Penghinaan di Lorong Rumah Sakit
Aris dipaksa berlutut di lobi rumah sakit oleh kepala keamanan sebagai syarat untuk melanjutkan operasi bibinya, namun ia berhasil mencuri dokumen transaksi ilegal rumah sakit tersebut saat kekacauan terjadi. Bab berakhir dengan aktifnya kartu identitas rahasia Aris, menandakan dimulainya pembalasan.