Dibalik Topeng
Ruang rapat lantai empat puluh itu menyisakan aroma kopi dingin dan ketegangan yang belum sepenuhnya menguap. Arini berdiri di dekat jendela kaca besar, menatap cakrawala Jakarta yang mulai meredup. Di bawah sana, jutaan orang sibuk dengan hidup mereka, sementara di sini, fondasi kekuasaan keluarga Wijaya baru saja retak hebat.
Adrian berdiri di balik meja mahoni, jemarinya yang panjang bergerak lincah di atas layar tablet, menghapus akses sisa-sisa pengkhianat. "Rendy dan koneksinya di dewan direksi sudah re
Preview ends here. Subscribe to continue.