Pengkhianatan Terungkap
Lampu meja di ruang kerja Adrian berpendar dingin, menyoroti tumpukan dokumen audit internal yang baru saja berhasil mereka tarik dari server pusat. Arini berdiri di samping Adrian, matanya menyapu deretan log akses yang menunjukkan aktivitas mencurigakan pada pukul dua pagi—waktu di mana seharusnya sistem dalam mode terkunci.
"Ada pintu belakang di sini," bisik Arini, jari telunjuknya menekan baris kode akses yang janggal. "Seseorang tidak membobol sistem ini, Adrian. Mereka memiliki kunci akses administratif yang sah."
Adrian tidak menjawab, namun rahangnya mengeras. Ia memutar kursi kerjanya, menatap layar dengan intensitas yang membuat udara di ruangan
Preview ends here. Subscribe to continue.