Kompensasi Emosional
Bau kayu cendana di ruang kerja Adrian tidak lagi terasa mewah; kini, ia terasa seperti aroma penjara yang dirancang dengan presisi. Arini melempar berkas audit internal itu ke meja marmer. Kertas-kertas itu adalah bukti bahwa kejatuhan agensinya dua tahun lalu bukanlah nasib buruk, melainkan hasil dari manipulasi sistematis Adrian.
"Kau menghancurkan karierku agar aku tidak punya pilihan selain menerima kontrak ini?" suara Arini tajam, memotong keheningan ruangan. "Kau menyebut ini perlindungan? Ini adalah penyanderaan, Adrian."
Adrian berdiri di dekat jendela, bayangannya memanjang di lantai. Ia tidak membela diri
Preview ends here. Subscribe to continue.