Jejak yang Tertinggal
Lantai empat puluh gedung kantor Adrian bukan sekadar ruang kerja; itu adalah brankas kedap suara yang menyimpan napas ekonomi Jakarta. Arini berdiri di balik pilar marmer, napasnya tertahan. Di balik pintu kayu jati di ujung koridor, suara Adrian terdengar rendah, dingin, dan mematikan. Ia sedang membedah dewan direksi yang berani mempertanyakan pembatalan konferensi pers kemarin.
Arini tidak menunggu undangan. Saat sekretaris Adrian bergegas menuju ruang rapat, Arini melangkah masuk ke ruang kerja sang miliarder. Ia tidak mencar
Preview ends here. Subscribe to continue.