Novel

Chapter 3: Panggilan dari Sekolah

Arini terpaksa meninggalkan rapat dewan direksi yang krusial demi menangani krisis di sekolah Bima. Adrian ikut campur dengan cara yang posesif dan protektif, membungkam pihak sekolah dengan donasi dan mengamankan dokumen medis Bima dari jangkauan Rendy, namun tindakannya justru memperumit hubungan mereka.

Release unit15% free previewIndonesian / Bahasa Indonesia
Preview active

This release is currently served with by_percent · 15 rules.

Upgrade Membership
15% preview Subscribe to continue the serialized release.

Panggilan dari Sekolah

Ponsel di atas meja marmer ruang rapat lantai 42 itu bergetar, memecah keheningan yang menyesakkan. Arini melirik layar: SD Pelita Harapan. Jantungnya berdegup kencang—bukan karena takut, melainkan karena insting protektif yang selalu siaga. Ini kali ketiga dalam dua hari pihak sekolah menghubunginya terkait perilaku Bima yang dianggap 'tidak lazim'.

Di seberang meja, Adrian menatap tajam ke arah layar proyektor yang menampilkan grafik penurunan saham akibat pembatalan konferensi pers kemarin. Anggota dewan direksi, dipimpin oleh Pak Gunawan, tampak gelisah. Ketegangan di ruangan itu bukan lagi sekadar bisnis; itu adalah perburuan posisi.

"Lanjutkan, Arini," perintah Adrian tanpa menol

Preview ends here. Subscribe to continue.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced