Harga Sebuah Perlindungan
Kilatan lampu kamera di lobi hotel itu bukan sekadar cahaya; itu adalah interogasi yang dipaksakan. Arini berdiri tegak, memaksakan otot wajahnya tetap rileks meski setiap blitz terasa seperti peluru yang mengincar kelemahan di balik senyum tipisnya. Di sampingnya, Adrian berdiri dengan ketenangan yang tidak wajar, tangan kirinya mencengkeram pinggang Arini dengan tekanan yang cukup untuk memastikan ia tidak melangkah pergi, namun cukup sopan untuk kamera.
"Tuan Adrian, apakah pertunangan mendadak ini adalah respons atas anjloknya harga saham perusahaan Anda minggu ini?" Seorang wartawan ekonomi berteriak, suaranya memb
Preview ends here. Subscribe to continue.