Novel

Chapter 10: Vane Turun Tangan

Kael menerima tantangan duel publik Vane di lantai empat. Dengan memanfaatkan overclock modul Void-Walker yang semakin menyatu dengan sarafnya, ia berhasil melukai mech siborg Vane dan memaksa lawannya mundur. Kemenangan ini membuka akses lantai lima, meski timer utang hidup terus menipis dan efek samping modul semakin berbahaya. Vane terungkap sebagai siborg, ketakutannya pada modul Kael semakin jelas.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Vane Turun Tangan

Timer utang hidup Kael menunjukkan 03:39:47. Angka merah itu berkedip di sudut kacamata HUD mech Scrapper-nya, lebih cepat dari detak jantung. Di plaza lantai tiga yang penuh sesak, layar raksasa menyala terang. Komandan Vane muncul dalam mech tempur berat kelas elit, baja hitam mengkilap di bawah lampu sorot.

"Kael," suara Vane menggelegar melalui siaran publik yang menjangkau seluruh Menara. "Aku menantangmu duel satu lawan satu di lantai empat. Jangan lari. Seluruh kota sedang menonton."

Kerumunan Penghuni Dasar berdesak-desakan, sorakan campur bisik ketakutan menyebar seperti api. Kael berdiri di dalam cockpit, tangan kanannya sudah menyatu dengan kabel modul Void-Walker. Setiap denyut modul itu menarik umurnya lebih dalam, tapi juga membuat saraf mech Scrapper bereaksi secepat pikirannya sendiri.

Ia tidak punya pilihan. Utang waktu tak memberi ruang mundur.

"Aku terima," jawab Kael pendek. Suaranya langsung dipancarkan ke seluruh siaran. Hitungan mundur tiga menit muncul di layar. Tanpa menunggu, ia menginjak pedal. Mech Scrapper berderit naik ke lift, dinding kaca transparan memperlihatkan ribuan wajah yang menatapnya seperti binatang yang akan disembelih.

Lift berhenti di arena lantai empat. Protokol Pengamanan Level Empat sudah aktif penuh—lampu merah berkedip di setiap sudut, menandai Kael sebagai ancaman sistemik nomor satu. Udara terasa lebih berat, gravitasi buatan menekan bahu mech-nya.

Dari ujung arena, mech Vane melangkah keluar. Tingginya hampir dua kali Scrapper. Lengan kanannya membawa meriam energi berat, kiri dilengkapi cakar hidraulik yang bisa meremukkan baja dalam satu genggaman. Suara siaran bergema: "Duel dimulai!"

Vane langsung menyerang. Meriam energi meledak, cahaya biru membakar tanah di depan Kael. Scrapper melompat ke samping, kaki mech-nya meninggalkan jejak asap. Modul Void-Walker berdenyut lebih kuat—reaksi Kael kini lebih cepat dari standar, tapi setiap detik overdrive terasa seperti pisau menyayat urat nadinya.

"Kau hanya sampah Penghuni Dasar yang beruntung," kata Vane sambil menembakkan rentetan ranjau mekanik. Ledakan demi ledakan mengikuti langkah Kael. Scrapper terpental, pelindung bahu retak. Alarm kerusakan berbunyi nyaring di cockpit.

Kael menggertakkan gigi. Ia memutar Scrapper, memanfaatkan kelincahan yang diberikan modul. Bukan kekuatan, tapi kecepatan. Ia meluncur di antara reruntuhan, mendekati Vane dari sisi buta. Tangan kanan Scrapper terulur, pisau vibro menyala. Satu sayatan dalam ke sambungan lutut mech Vane—baja robek, percikan api menyembur.

Vane menggeram. Mech-nya berputar cepat, cakar hidraulik menyambar. Kael menghindar, tapi ujung cakar menyabet sisi kiri Scrapper, merobek pelat baja dan memutus dua kabel utama. Lampu indikator di cockpit Kael berubah merah darah. Tekanan darahnya sendiri ikut melonjak; modul mulai menggerogoti lebih dalam.

"Kau tidak mengerti," kata Vane, suaranya kini bercampur derak mesin. "Menara tidak boleh goyah karena sampah sepertimu."

Kael tersenyum tipis di dalam helm. "Dan kau bukan manusia sepenuhnya, kan?"

Ia menekan tombol overclock penuh. Modul Void-Walker berteriak di kepalanya—gelombang energi biru membanjiri sistem saraf. Waktu seolah melambat. Scrapper bergerak seperti bayangan. Dua langkah, lompatan, dan pisau vibro menusuk tepat ke celah retak yang tadi ia buat. Dentuman keras. Inti energi Vane tersingkap, kabel siborg berkelap-kelip.

Seluruh arena terdiam sesaat. Siaran publik membeku sebelum ledakan sorakan pecah.

Mech Vane mundur terhuyung. Panel wajahnya retak, memperlihatkan separuh wajah logam dan mata merah menyala. Bukan manusia. Siborg yang dikendalikan langsung oleh inti Menara. Ketakutan murni terpancar dari mata itu—ketakutan pada modul yang kini menyatu dengan Kael.

"Modul itu... Void-Walker... kau tidak boleh memilikinya!" raung Vane, suaranya berubah menjadi dengung mesin rusak.

Kael merasakan darah hangat menetes dari hidungnya. Efek samping modul semakin parah, tapi kekuatan yang ia dapat terukur jelas: Scrapper kini bisa bergerak 40% lebih cepat dari sebelum upgrade. Itu perbedaan antara mati dan bertahan.

Vane menembakkan satu tembakan terakhir yang meleset lebar. Mech-nya berderak mundur menuju dinding arena. "Ini belum selesai..."

Tapi protokol otomatis sudah berubah. Gerbang menuju lantai lima terbuka lebar di belakang Kael, lampu hijau menyala terang—jalan naik yang tadinya terkunci rapat kini terpampang sebagai hadiah sekaligus jebakan baru.

Kael menatap mech Vane yang terluka tapi masih berdiri gagah. Bukan lagi duel biasa. Ini eksekusi yang dirancang Menara untuk menghapusnya. Namun kemenangan kecil ini sudah mengubah papan permainan: reputasi Vane semakin hancur di mata publik, dan akses ke lantai lima kini terbuka.

Timer di HUD berubah: 03:36:12.

Kael menarik napas dalam, tangannya masih gemetar di kontrol. Naik ke lantai lima atau mati di sini. Tidak ada jalan tengah lagi.

Siaran publik terus menggema, menyebarkan gambar mech Vane yang retak ke seluruh Menara. Kael menginjak pedal maju, siap menghadapi apa pun yang menanti di atas—karena setiap langkah naik selalu membawa tangga yang lebih curam.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced