Harga Sebuah Pengkhianatan
Detak timer di kokpit Scrapper berdenyut tanpa ampun: 03:45:55. Bau ozon dari todongan senjata Mira masih menempel di pelat baja, tapi lantai tiga tak memberi jeda. Reruntuhan beton berasap dan rangka besi patah menyambut Kael dengan sirene merah yang menusuk gendang telinga.
Siluet mech berat muncul dari balik debu tebal. Pendaki mata-mata kiriman Vane—pelindung baja mengkilap, meriam plasma sudah terarah. “Target prioritas terdeteksi,” suara sintetis dingin memecah kanal umum. Tak ada kata. Hanya niat membunuh.
Kael menginjak pedal dalam. Modul Void-Walker meraung lapar, menyedot detik hidupnya sebagai bahan bakar. Tenaga Scrapper melonjak tajam. HUD langsung berubah: 03:45:12. Setiap detik kekuatan berarti nyawa yang lenyap selamanya.
Ledakan plasma pertama menghantam perisai. Kokpit berguncang. Kael memutar lengan mekanis yang sudah dimodifikasi, lalu membalas dengan pukulan telak ke sambungan bahu musuh. Logam beradu dentang nyaring. Mech lawan lebih berat, tapi Scrapper lebih lincah berkat modul purwarupa. Kael melompat ke samping, memanfaatkan puing sebagai perisai sementara, lalu menembakkan tiga peluru presisi ke sambungan lutut.
Mech mata-mata terhuyung. Kael tak memberi celah. Dengan satu lompatan, pisau energi Scrapper menancap tepat ke celah pelindung dada. Ledakan internal menyembur. Mech berat itu ambruk, asap hitam mengepul tebal. Layar status berkedip: Kerusakan ringan lengan kanan. Pendingin turun 18%.
Timer terus berlari: 03:44:38. Kael tak sempat bernapas lega. Ia langsung mengarahkan Scrapper menuju ruang kontrol siaran terdekat. Langkah berat mech bergema di lorong sempit yang penuh kabel tergantung.
Di terminal utama, ia menyambungkan modul Void-Walker langsung ke port jaringan. Data korupsi yang dicurinya dari Mira—bukti suap waktu hidup, daftar pendaki “hilang”, dan rekaman perintah Vane—siap dilepas. Firewall Menara menyerang balik ganas, tapi celah bug lama yang dibuka modul purwarupa memberi celah tipis.
“Masuk,” desis Kael sambil jari menari cepat di panel holografik. Keringat menetes ke matanya.
Layar publik di seluruh Menara berkedip. Siaran resmi Vane terputus mendadak. Wajah Komandan Vane muncul sebentar, lalu digantikan deretan dokumen rahasia: transfer waktu hidup ilegal, perintah eksekusi terselubung, dan suara Vane sendiri memerintahkan Mira mengkhianati Kael.
Kanal umum langsung meledak. “Vane menjual kita!” “Waktu hidup kami jadi dagangan!”
Sistem keamanan lantai tiga goyah. Lampu indikator merah berkedip liar di mana-mana. Kael tersenyum tipis, napasnya tersengal. “Ini harganya, Vane.”
Tapi kemenangan itu langsung dibayar tunai. Alarm orbital meraung keras. Protokol pertahanan otomatis membabi buta, menganggap segalanya ancaman. Drone Sentry-X beterbangan keluar dari slot dinding, menembakkan gelombang energi tanpa pandang bulu. Ledakan cahaya merah menghancurkan dinding di kiri-kanan Scrapper.
Kael memutar mech, mengaktifkan perisai darurat sambil melompat ke balik tiang besi tebal. “Sistemnya sudah gila!” Ia tekan tombol overdrive Void-Walker. Kilatan biru aneh menyala di sekujur rangka Scrapper. Tenaga melonjak lagi, tapi timer anjlok drastis: 03:42:19.
Dua drone menghampiri bersamaan. Kael mengayunkan lengan mekanis seperti cambuk, menghancurkan keduanya sekaligus dalam dentuman logam. Ia berlari zigzag di antara reruntuhan, menghindari hujan tembakan orbital yang jatuh dari langit-langit. Pendingin Scrapper menyala merah terang, bau logam panas menyengat hidung.
Dengan napas memburu, Kael mencapai pusat siaran utama. Ruangan sudah rusak parah, tapi terminal pusat masih menyala redup. Langkah pasukan Vane terdengar mendekat dari koridor belakang.
Tak ada pilihan lagi. Ia sambungkan modul sepenuhnya, mengorbankan hampir seluruh cadangan tenaga yang tersisa. Firewall terakhir hancur berantakan.
Feed siaran pusat diretas total.
Di seluruh lantai tiga—bahkan hingga ke dasar Menara—layar raksasa menampilkan wajah Kael yang lelah tapi penuh tekad. Suaranya menggema keras, jelas, tanpa getar:
“Warga Menara! Komandan Vane telah menjual waktu hidup kalian demi kursinya. Mira adalah anteknya. Aku… hanya pendaki yang tak mau mati sia-sia!”
Kerusuhan pecah di mana-mana. Sorak marah, sirene darurat, dan ledakan kecil terdengar dari kejauhan. Reputasi Vane hancur dalam hitungan detik.
Sistem Menara mulai tidak stabil. Protokol keamanan darurat aktif di seluruh zona.
Tapi Kael tak sempat merayakan. Alarm baru berbunyi lebih mengancam. Protokol Pengamanan Level Empat Diaktifkan. Ancaman Sistemik Terdeteksi: Kael.
Lantai tiga berguncang hebat. Gerbang menuju lantai empat menyala cahaya merah berbahaya. Mech Scrapper sudah rusak parah—pendingin nyaris mati, lengan kanan berderit. Timer menunjukkan 03:39:47.
Ia tak bisa lagi bersembunyi. Seluruh Menara kini menganggapnya musuh utama. Tapi di balik lelah yang menusuk tulang, data tingkat tinggi dari modul Void-Walker kini terbuka sepenuhnya baginya—akses yang tak pernah dimiliki pendaki biasa.
Lantai empat menunggu dengan protokol yang jauh lebih mematikan.
Waktu untuk berhenti sudah habis. Hanya ada satu arah: naik.