Peringkat yang Mematikan
Lampu indikator di kokpit Scrapper berkedip merah—bukan lagi tanda kerusakan teknis, melainkan peringatan bahwa identitas Kael telah dikunci oleh sistem keamanan Menara. Di layar retak miliknya, siaran publik Menara memutar ulang cuplikan kemenangan Kael di lantai pertama. Gerakan mech-nya yang tidak wajar, hasil dari modul purwarupa ilegal itu, dibedah oleh analis militer dengan kotak penanda berwarna kuning terang yang menyala di setiap persendian mech.
"Target teridentifikasi: Pendaki Sektor Bawah. Status: Anomali sistem," suara dingin Komandan Vane bergema di seluruh aula arena, memotong sorak-sorai penonton yang kini berubah menjadi bisikan ketakutan.
Kael tidak menunggu. Ia memacu mesin Scrapper yang masih berasap, mengabaikan nyeri di sekujur tubuhnya akibat hentakan g-force saat pertempuran tadi. Ia tahu, dalam hitungan detik, tim keamanan Vane akan melakukan penguncian total pada sektor ini. Arena yang tadinya menjadi panggung kemenangannya kini berbalik menjadi jebakan besi yang sempit. Ia membelokkan mech-nya tajam, menabrak barisan pembatas logam untuk mencapai lorong pemeliharaan yang gelap—jalur tikus yang jarang dilalui pendaki resmi. Saat ia meluncur masuk ke dalam kegelapan lorong, detak jam utang waktunya di pergelangan tangan bergetar hebat. Angkanya merosot drastis: 03:55:00.
Bau oli bekas dan ozon yang terbakar menyengat hidung Kael saat ia menyelinap ke lorong pembuangan Sektor Bawah.
"Kau terlambat, Kael. Atau mungkin kau sudah terlalu terkenal untuk sekadar bersembunyi," suara Mira memecah keheningan gudang. Wanita itu berdiri di balik tumpukan rangka mech, matanya memindai Kael dengan tatapan predator.
"Vane sudah memasang filter deteksi di setiap gerbang lantai dua," desis Kael, napasnya memburu. "Dia tahu ada anomali di Scrapper-ku. Jika aku naik sekarang, sistem akan mengunci koordinatku sebelum aku sempat keluar dari hanggar."
Mira melemparkan sebuah drive data kecil ke arah Kael. "Tentu saja dia tahu. Modul yang kau pasang itu adalah purwarupa seri 'Void-Walker'. Pemilik aslinya bukan hanya sekadar teknisi Menara; mereka adalah faksi yang bisa melenyapkanmu bahkan sebelum Vane sempat menarik pelatuk. Ini adalah peta enkripsi untuk membalikkan protokol keamanan di lantai dua. Tapi ingat, Kael, kau berhutang nyawa padaku. Jika kau mati, data ini akan kembali ke tangan yang salah."
Kael tidak punya waktu untuk berdebat. Ia menerima drive tersebut dan langsung menuju gerbang transisi lantai dua. Di sana, sensor Menara telah mengunci koordinatnya. "Otorisasi ditolak. Anomali terdeteksi. Silakan tunggu unit pemusnah," suara mekanis dingin menggema. Di balik layar sensor, drone tempur kelas Vane mulai muncul di cakrawala.
Kael menyentuh modul purwarupa yang terpasang di inti mech-nya. Benda itu berdenyut, menyerap energi dari baterai cadangan seolah-olah ia adalah parasit yang haus. Ia memutus koneksi regulator daya standar dan membiarkan modul purwarupa mengambil alih kendali gerbang secara paksa. Seketika, seluruh sistem mech-nya menjerit. Modul itu tidak hanya meretas gerbang, tetapi juga menyedot daya dari sistem pendukung kehidupan. Suhu di dalam kabin anjlok drastis, embun beku mulai merambat di kaca kokpit.
Pintu hidrolik berdesis terbuka, namun saat Kael meluncur masuk, ia menyadari lantai dua bukanlah medan tempur biasa. Itu adalah zona hampa udara yang dirancang khusus untuk mematikan sistem hidrolik mech-nya. Dari kegelapan, dua unit Sentinel model Hunter-Killer muncul, bergerak dengan presisi yang mengerikan. Kael mengaktifkan modul untuk memproses lintasan tembakan musuh, namun rasa sakit tajam menusuk tulang belakangnya. Sensasi hampa yang dingin menjalar—modul itu tidak hanya memakan listrik, ia sedang mengonsumsi sisa umur Kael sebagai bahan bakar tambahan. Kael berhasil menghancurkan unit penjaga pertama dengan satu tembakan presisi, namun setiap gerakan yang ia buat di lantai ini memperpendek sisa hidupnya yang kini berdetak semakin liar di pergelangan tangan.