Novel

Chapter 2: Uji Coba Berdarah

Kael berhasil memenangkan uji coba lantai pertama dengan bantuan modul ilegal, namun tindakannya memicu deteksi anomali sistem yang membuat Komandan Vane menetapkannya sebagai target perburuan. Kael kini harus menghadapi lantai dua yang telah diubah menjadi jebakan maut.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Uji Coba Berdarah

Lampu indikator di dasbor Scrapper berkedip merah, detak jantung mekanis yang berpacu di sisa waktu 04:12:00. Kael mencengkeram tuas kendali, jemarinya basah oleh keringat dingin. Di luar kokpit, suara bising dari penonton Sektor Bawah menghujani arena dengan ejekan. Bagi mereka, Scrapper hanyalah tumpukan besi rongsokan yang seharusnya sudah menjadi sampah daur ulang.

"Otorisasi ditolak. Anomali terdeteksi pada core," suara sintetik sistem Menara menggema, dingin dan tanpa ampun. Di depan gerbang masuk, Petugas Arena menatap layar terminalnya dengan dahi berkerut, tangannya melayang di atas tombol pemutus daya.

"Ada kesalahan sinkronisasi data," sergah Kael, suaranya tetap tenang meski jantungnya serasa ingin meledak. Ia tahu jika sistem mematikan Scrapper sekarang, modul purwarupa di dalam mesin itu akan disita—atau lebih buruk, ia akan dieksekusi karena memiliki teknologi terlarang. "Bypass manual, sektor 4-G. Saya punya izin pendakian tertunda."

Petugas itu mencibir, namun Kael tidak menunggu jawaban. Ia mengaktifkan perintah force-override yang ia curi dari log perbaikan Mira. Scrapper mengerang hebat, logam-logam berkarat di persendiannya menjerit saat dipaksa sinkron dengan modul ilegal yang terpasang di jantung mesin. Kael merasakan sengatan listrik statis merambat ke tulang belakangnya. Pintu gerbang terbuka dengan derit logam yang menyakitkan. Ia meluncur masuk ke arena, meninggalkan petugas yang ternganga di belakang.

Di tengah arena, mech lawan—sebuah model Vanguard yang ramping—sudah menunggu. "Target terkunci," suara mekanis arena berdengung. Vanguard mulai mengisi daya meriam plasma. Kael tidak memedulikan ejekan penonton. Fokusnya terkunci pada antarmuka saraf yang kini terhubung dengan modul purwarupa ilegal. Saat serangan pertama meluncur—sapuan plasma panas yang sanggup melelehkan baja—dunia di mata Kael berubah. Garis-garis data berwarna biru neon memetakan proyeksi lintasan serangan lawan sebelum plasma itu ditembakkan.

Kael menggerakkan Scrapper dengan presisi yang mustahil. Mech rongsokannya menunduk, menghindari tembakan itu dengan selisih milimeter, lalu meluncur maju. Dengan satu hentakan aktuator yang dimodifikasi paksa, Kael menghantam lengan mech lawan. Logam beradu dengan suara dentuman memekakkan telinga. Lengan Vanguard terpelintir dan hancur berantakan. Penonton yang tadinya mencemooh kini terdiam.

Layar raksasa di atas arena berkedip merah, menampilkan angka peringkat Kael yang melonjak tajam. "Hentikan simulasi!" perintah Komandan Vane, suaranya menggelegar dari podium VIP. "Lakukan pemindaian mendalam pada inti sistem unit itu sekarang juga!"

Kael merasakan jemarinya menari di atas konsol yang panas. Sensor pemindai eksternal mulai merayap di permukaan mech-nya. Detik demi detik terasa seperti pedang yang menebas lehernya. Tepat saat pemindaian mencapai sembilan puluh persen, Kael menghantam tombol override. Ia memutus koneksi data utama, memicu korsleting sistem yang sengaja ia buat. Layar di arena menjadi hitam total.

Kael keluar dari kokpit dengan napas tersengal. "Kael, keluar sekarang. Sinyal anomali itu sudah mencapai batas merah," suara Mira terdengar melalui transmisi terenkripsi. "Vane tidak lagi sekadar menonton. Mereka menganggap mech-mu bukan lagi properti, melainkan virus."

Saat gerbang menuju lantai dua terbuka, Kael tidak merasakan kemenangan. Lorong di depan tampak terlalu bersih, terlalu sunyi. Mira benar; itu bukan gerbang, melainkan ruang eksekusi. Lampu indikator mech-nya berkedip merah dengan kecepatan tinggi, dan di kejauhan, langkah kaki pasukan pemelihara ketertiban mulai mendekat. Ia melangkah masuk, menyadari bahwa ia telah menjadi buruan utama Menara.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced