Novel

Chapter 1: Batas Waktu di Ujung Rongsokan

Kael, seorang teknisi Sektor Bawah yang terdesak utang waktu, menemukan modul purwarupa misterius di dalam mech rongsokan tepat sebelum inspeksi mendadak Komandan Vane. Kael nekat memasang modul tersebut, yang memicu anomali sistem dan menarik perhatian otoritas Menara.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Batas Waktu di Ujung Rongsokan

Detak jam utang di pergelangan tangan Kael bukan sekadar angka; itu adalah suara eksekusi yang tertunda. 00:23:59. Dua puluh empat jam tersisa sebelum sistem Menara menarik napas terakhirnya dari paru-paru Kael sebagai kompensasi utang yang menumpuk. Di dalam bengkel Sektor Bawah yang pengap, Kael membenamkan lengannya ke dalam rongga dada mech tipe Scrapper yang sudah berkarat. Bau oli bekas dan logam panas menyengat hidung, namun ia tak peduli. Tangannya yang kasar karena bekas luka bakar akibat percikan kabel menarik paksa kabel-kabel inti yang melilit modul pusat.

"Kael, hentikan," suara Mira memecah kesunyian bengkel dari ambang pintu. Gadis itu tidak masuk, matanya terus memindai lorong yang diawasi drone patroli Menara. "Vane sudah menutup akses ke Sektor 4. Dia mencari frame curian. Kalau kau masih di sana saat inspeksi tiba, kau bukan cuma akan kehilangan nyawa, tapi dihapus dari log penduduk."

Kael tidak menoleh. Ia menarik sebuah pelat logam yang menghalangi inti Scrapper itu. "Aku butuh mech ini untuk uji kelayakan besok, Mira. Kalau aku tidak naik ke lantai satu, utangku tidak akan pernah lunas. Aku lebih memilih mati di atas arena daripada di gang sempit ini." Saat pelat itu terlepas, sesuatu yang tidak seharusnya ada di sana terjatuh ke pangkuan Kael. Sebuah modul purwarupa dengan casing berwarna perak kusam, memancarkan denyut cahaya biru pucat yang tidak dikenalinya.

Suara sepatu bot berat menghantam dek logam berkarat, memecah kesunyian yang tersisa. Kael membeku. Jam di pergelangan tangannya berkedip merah: 04:12:00. Komandan Vane, sosok yang namanya menjadi mimpi buruk bagi setiap Penghuni Dasar, telah tiba. Di belakangnya, dua tentara bersenjata memindai barisan mech rongsokan dengan sensor genggam yang memancarkan cahaya biru menyakitkan.

"Pemeriksaan rutin Sektor 4. Semua unit harus segera dipindai untuk verifikasi integritas struktur," suara Vane menggema, dingin dan tanpa ampun.

Kael menatap modul purwarupa di tangannya—sebuah komponen kecil berwarna obsidian dengan pola sirkuit yang berpendar samar. Jika Vane menemukannya, bukan hanya mech-nya yang akan disita, tetapi nyawanya akan berakhir karena kepemilikan teknologi terlarang. Ia merangkak masuk ke dalam rongga dada mech miliknya yang terbuka, mengabaikan kabel-kabel tajam yang menyayat kulit tangannya. Dengan napas tertahan, ia menyingkirkan board standar yang sudah usang dan mencoba menyambungkan modul ilegal itu ke terminal inti. Antarmukanya tidak cocok, namun ia memaksa konektornya masuk dengan hentakan keras.

"Kael," suara Vane kini tepat di depan bengkelnya. "Pemeriksaan sektor ini wajib. Keluar dari dalam bangkai itu sekarang."

Kael mengabaikan perintah itu. Ia menekan modul purwarupa ke dalam slot inti yang rusak. Logam berkarat itu menjerit saat modul tersebut terpasang, memicu percikan listrik biru yang tidak wajar. Ini adalah pertaruhan terakhirnya: hidup dengan mech yang berfungsi, atau mati sebagai sampah yang gagal melunasi utang.

"Satu menit lagi, Komandan," sahut Kael, suaranya parau. Ia menarik tuas aktivasi darurat. Sistem mech bergetar hebat. Biasanya, mesin tua ini akan mengeluarkan suara decitan logam yang menyedihkan, namun kali ini, sebuah dengungan rendah yang menggetarkan tulang belakang memenuhi ruangan. Vane berhenti melangkah. Di balik visor helmnya, ia menyipitkan mata, menyadari ada sesuatu yang salah.

Kael memasang modul ilegal itu, dan layar mech-nya menyala dengan warna yang seharusnya tidak ada di Menara. Detik itu juga, sistem Menara mengeluarkan peringatan merah: Anomali Terdeteksi. Peringkat Kael meroket di papan pantau, dan Komandan Vane mulai memperhatikannya dengan ketertarikan yang mematikan.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced