Novel

Chapter 10: Musuh dari Masa Lalu

Aris berhasil menggagalkan serangan siber terhadap data tender perusahaan dengan menjebak Wijaya menggunakan data palsu. Namun, kemenangan ini terganggu saat seorang musuh misterius dari masa lalu muncul di ruang tender dengan bukti yang mengancam reputasi Aris.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Musuh dari Masa Lalu

Lampu indikator di ruang server PT Surya Abadi berkedip merah, membelah kegelapan ruangan dengan ritme yang memekakkan telinga. Aris berdiri di depan konsol utama, matanya memindai barisan kode yang meluncur di layar monitor. Ini bukan sekadar gangguan teknis; ini adalah serangan siber terstruktur yang menargetkan direktori utama proyek tender kota.

"Pak, akses ilegal terdeteksi dari server luar negeri. Mereka mencoba mengunci file enkripsi tender," lapor staf IT dengan suara bergetar. Tangannya gemetar di atas papan tik, mencoba membendung gelombang serangan yang datang bertubi-tubi.

Aris tidak membuang waktu. Jemarinya bergerak lincah, mengambil alih kendali sistem. Ia mengenali pola enkripsi ini—bukan pekerjaan peretas amatir, melainkan tanda tangan digital dari masa lalunya. Mereka menanam backdoor untuk merusak integritas file tender tepat sebelum penutupan. Aris menyadari bahwa serangan ini adalah pintu masuk bagi pihak yang ingin melumpuhkan reputasinya di hadapan Grup Artha Kencana.

Ia melacak jejak digital itu hingga ke sebuah alamat IP yang terhubung dengan transaksi keuangan mencurigakan. Tanpa menunggu, Aris meninggalkan ruang server. Ia harus memutus kepala ular ini sebelum tender dimulai.

Sesampainya di apartemen sempit tempat tinggal Pak Surya dan Maya, aroma apek dinding lembap menyambutnya. Pak Surya berdiri dengan kemeja kusut, sementara Maya duduk di sofa tua, menatap lantai dengan tatapan kosong. Tidak ada lagi ruang pertemuan mewah berlantai marmer.

"Apa lagi yang kau inginkan, Aris?" suara Pak Surya parau. "Kau sudah mengambil segalanya."

Aris meletakkan tablet di atas meja kopi. Layar itu menampilkan deretan bukti transfer dana dari akun luar negeri milik Wijaya—rival bisnis lama yang kini menjadi ancaman nyata—ke rekening pribadi Pak Surya. Mata Maya membelalak. Itu bukan uang investasi; itu adalah biaya suap untuk pembocoran data tender.

"Ayah?" suara Maya bergetar. "Wijaya? Bukankah dia orang yang dulu hampir menghancurkan karier Aris?"

Pak Surya pucat pasi, mulutnya terbuka namun tak ada kata yang keluar. Aris membiarkan keheningan itu menghancurkan sisa-sisa harga diri mereka. Ia telah mendapatkan konfirmasi yang ia butuhkan: Pak Surya bukan sekadar pengkhianat, ia adalah pion yang dikendalikan oleh musuh lama Aris untuk menghancurkan perusahaan dari dalam.

Keesokan harinya, di ruang rapat Komite Tender Kota, atmosfer terasa tajam. Aris duduk di kursi utama, menatap Wijaya yang tersenyum tipis di seberang meja, yakin dengan data tender yang ia curi.

"Data ini sudah final, Aris," ujar Wijaya. "Anda tidak punya peluang lagi."

Aris tidak bergeming. Ia tahu Wijaya telah terjebak. File yang berhasil dicuri Wijaya hanyalah umpan—data palsu yang dirancang Aris untuk menghancurkan stabilitas finansial lawan. Begitu angka tersebut dimasukkan ke dalam sistem verifikasi, margin keuntungan yang diproyeksikan akan tampak menarik namun sebenarnya mengandung jebakan biaya operasional yang mematikan.

"Silakan masukkan penawaran Anda, Wijaya," jawab Aris tenang.

Begitu Wijaya menekan tombol kunci, Aris berdiri dan memproyeksikan bukti sabotase sistem yang dilakukan Wijaya melalui Pak Surya. Wajah Wijaya berubah pucat saat komite tender mulai meninjau ulang integritas penawarannya. Namun, tepat saat Wijaya tampak terpojok, pintu ruang rapat terbuka. Seorang pria paruh baya dengan setelan jas mahal melangkah masuk, memegang dokumen fisik yang bisa membatalkan seluruh proses tender. Pria itu menatap Aris dengan senyum dingin. "Permainan baru saja dimulai, Aris. Rahasia masa lalumu tidak akan terkubur selamanya."

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced