Koridor Berbau Kematian dan Saham
Aris menghadapi dewan direksi di rumah sakit saat ayahnya sekarat, mengungkap manipulasi keuangan Bram melalui bukti audit yang ia bawa, dan memicu kepanikan di antara para pemegang saham sebelum ayahnya meninggal.
Novel
Aris dibuang, namun ia memegang kunci yang bisa meruntuhkan segalanya.
Story Units
Aris menghadapi dewan direksi di rumah sakit saat ayahnya sekarat, mengungkap manipulasi keuangan Bram melalui bukti audit yang ia bawa, dan memicu kepanikan di antara para pemegang saham sebelum ayahnya meninggal.
Aris berhasil membekukan akses dana operasional Bram di depan dewan direksi dengan mengungkap bukti audit 2019. Di tengah kekacauan pasca-kematian ayah mereka, Aris mengukuhkan dominasinya dan mendapatkan kunci akses sistem pusat dari Maya di parkiran.
Aris berhasil memenangkan dukungan dewan melalui ancaman audit 2019, memaksa Bram mundur dari posisi operasional. Di parkiran, Aris mengamankan kunci akses sistem pusat dari Maya, yang kini menjadi sekutu strategisnya dalam perang restrukturisasi perusahaan.
Aris mengamankan bukti keuangan dari Kepala Divisi Keuangan, Pak Surya, dan menggunakan kunci akses sistem pusat yang diberikan Maya untuk melumpuhkan akses operasional loyalis Bram. Ia kemudian mengirimkan ancaman spesifik kepada Direktur Handoko, memicu kepanikan di jajaran direksi.
Aris melumpuhkan akses operasional Bram melalui Pasal 14-C dan membocorkan audit 2019 ke media ekonomi, memicu kejatuhan harga saham yang memaksa Direktur Handoko untuk berkhianat kepada Bram demi menyelamatkan diri sendiri.
Aris menjebak Bram di gala perusahaan dengan memancing pengakuan korupsi yang terekam dan diputar di sistem audio, menghancurkan kredibilitas Bram di depan investor.
Aris berhasil membekukan akses keuangan Bram secara permanen dan mempermalukan sekutu finansial Bram di depan umum. Di saat yang sama, Aris mengungkap bahwa ia telah mengetahui pengkhianatan Maya sejak lama, memposisikan Maya sebagai pion yang sepenuhnya berada di bawah kendalinya menjelang rapat dewan.
Aris mengonsolidasikan kekuasaannya dengan memaksa Handoko dan Hardi berbalik melawan Bram. Maya secara terbuka mengungkapkan posisinya sebagai agen ganda Aris, menghancurkan sisa harapan Bram tepat sebelum rapat dewan dimulai.
Aris secara formal menggulingkan Bram dalam rapat dewan dengan mengungkap bukti audit dan membekukan akses operasionalnya melalui Pasal 14-C. Bram diusir dari kantor, sementara Aris mengambil alih kursi utama, hanya untuk segera diancam oleh investor misterius yang mengindikasikan konflik yang lebih besar.
Aris berhasil mengusir Bram dari perusahaan dan memaksa dewan direksi untuk tunduk melalui bukti audit. Namun, kemenangan tersebut segera terganggu oleh ancaman dari investor misterius yang mengindikasikan adanya pengkhianatan dari orang terdekat Aris.
Aris menghadapi ancaman likuiditas dari konsorsium investor misterius. Melalui paksaan terhadap Maya, ia mengungkap bahwa pengkhianat di balik investor tersebut adalah orang terdekatnya. Aris mengunci aset perusahaan dan memulai restrukturisasi radikal sebagai langkah awal perang yang lebih besar.
Aris mengukuhkan posisinya sebagai Direktur Utama dengan memaksa dewan direksi tunduk melalui bukti audit 2019. Ia memutus akses konsorsium investor misterius melalui enkripsi sistem pusat dan mengusir Bram secara permanen dari perusahaan serta properti keluarga. Aris kini memegang kendali penuh, namun menyadari bahwa ini hanyalah awal dari perang yang lebih besar.