Novel

Chapter 7: Malam di Balai Komunitas

Lina mengonfrontasi Kong Atek di ruang arsip komunitas di tengah badai. Kong Atek, yang akhirnya menyerah pada beban rahasia jaringan, menyerahkan kunci brankas utama kepada Lina. Terungkap bahwa Paman meninggalkan instruksi rahasia di sistem pengiriman untuk membongkar mesin pengorbanan jaringan. Bab berakhir dengan kedatangan Raka Lie yang mengancam di depan pintu, memaksa Lina untuk segera menentukan langkah selanjutnya.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Malam di Balai Komunitas

Tiga hari setelah pemakaman Paman, hujan menghantam atap seng balai komunitas dengan ritme yang menuntut jawaban. Lina berdiri di ambang pintu ruang arsip, napasnya tertahan oleh bau karbol murah dan kertas tua yang terbakar. Di sudut ruangan, kipas angin tua yang biasanya berputar menutupi percakapan rahasia kini diam, menciptakan keheningan yang menyesakkan.

Kong Atek berdiri di depan baskom kaleng. Di kakinya, tumpukan dokumen—slip transfer, fotokopi KTP, dan amplop remitan—sedang dimusnahkan. Api menjilat ujung kertas, menghitamkan nama-nama yang menjadi fondasi utang keluarga. Lina melihat satu nama yang belum terbakar: Tan Lian.

"Kong," suara Lina memecah dengung hujan. "Berhenti."

Pria tua itu tersentak. Ia mencoba menutupi baskom dengan kakinya, namun matanya yang lelah tidak bisa menyembunyikan kepasrahan. "Kalau mau marah, jangan sekarang. Biar aku selesaikan ini."

"Membakar jejak?" Lina melangkah masuk, tangannya mencengkeram kunci arsip di saku jaket—benda dingin yang kini terasa seperti beban moral. "Kamu pikir dengan membakar kertas, nama saya di sistem perbankan gelap itu akan hilang?"

Kong Atek menatapnya, lalu melepaskan napas panjang yang terdengar seperti derit pintu tua. "Kami semua pikir cukup dengan mengorbankan satu nama. Sekali saja, dan lubang dana itu tertutup. Selesai."

"Nama saya bukan tumbal untuk menutupi keserakahan Ibu Sien," desis Lina. Rahangnya mengeras saat ia mengeluarkan fotokopi ledger yang ia curi. "Kamu tahu siapa yang mencuri dana itu, Kong. Kamu yang memegang akses ke brankas utama."

Kong Atek tidak menyangkal. Ia justru menggeser tumpukan map, mengeluarkan kunci kuningan yang aus. "Raka datang sore tadi. Dia ingin semua dokumen ini bersih sebelum rapat komunitas. Dia pikir aku masih orang tua yang bisa disuruh-suruh."

"Dan kamu?"

"Aku sudah terlalu lelah menahan kuburan," jawab Kong Atek lirih. Ia mengulurkan kunci itu. "Ini kunci brankas utama. Di dalamnya ada ledger asli, daftar nama, dan sesuatu yang ditinggalkan Pamanmu sebelum dia mati. Dia sudah curiga sejak lama."

Lina menerima kunci itu. Besi dingin itu terasa seperti warisan yang tidak diinginkan. "Apa maksudnya?"

"Pamanmu meninggalkan instruksi di jalur pengiriman tua. Dia tahu jaringan ini bukan sekadar soal uang, tapi soal mesin yang memilih siapa yang akan dikorbankan berikutnya. Kalau kamu masuk, kamu tidak bisa keluar dengan tangan bersih."

Lina teringat Maya, sahabatnya yang kini terancam karena kedekatan mereka. Ia teringat paspornya yang disita sebagai jaminan kontrol. Tidak ada jalan kembali. Jika ia mundur, ia tetap menjadi tumbal. Jika ia maju, ia harus menghancurkan sistem yang menghidupi komunitas ini.

"Kalau aku buka brankas itu, mereka akan tahu aku yang mengambilnya," kata Lina.

"Mereka sudah tahu kamu ancaman," jawab Kong Atek. "Satu-satunya cara bertahan adalah memegang kendali atas apa yang mereka takuti."

Langkah kaki yang teratur dan tegas terdengar di lorong. Lina dan Kong Atek membeku. Langkah itu berhenti tepat di depan pintu ruang arsip. Suara Raka Lie menyusul, tenang dan penuh ancaman yang disamarkan dengan sopan santun.

"Kong," panggil Raka dari balik pintu. "Rapat sudah hampir mulai. Kita butuh daftar hadir. Dan… siapa pun yang masih ada di dalam, sebaiknya keluar baik-baik."

Lina menatap Kong Atek. Pria tua itu tidak lagi gemetar. Ia menatap kunci di tangan Lina dengan tatapan yang meminta penebusan. "Jaringan ini sudah tidak bisa diselamatkan," bisiknya, suaranya nyaris tenggelam oleh hujan yang semakin deras di luar.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced