Novel

Chapter 6: Kode yang Terbuka

Lina memecahkan kode dalam buku catatan Paman bersama Maya, mengungkap bahwa identitasnya digunakan sebagai tumbal dalam skema pencucian uang. Ia mengonfrontasi Kong Atek di ruang arsip, memaksa pria tua itu menyerahkan kunci akses utama setelah membuktikan bahwa ia tahu keterlibatan jaringan dalam kematian pamannya.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Kode yang Terbuka

Lampu neon di kantor administrasi Balai Komunitas berkedip, mengeluarkan suara dengung yang menusuk telinga. Lina menatap layar ponselnya. Pesan itu masuk pukul 02.14 pagi: Transfer 402-B, 12 Mei. Paman tahu kau melihatnya. Jangan buka ledger jika kau belum siap kehilangan segalanya.

Detail itu bukan sekadar angka. Itu adalah transaksi yang dilakukan Paman tepat seminggu sebelum ia ditemukan tidak bernyawa di gudang belakang. Lina menarik napas panjang, menekan rasa mual yang naik ke tenggorokan. Ia tidak lagi mencari validasi dari Ibu Sien atau perlindungan dari tetua. Ia mencari jalan keluar dari identitas 'Tan Lian' yang telah dipasangkan padanya seperti borgol.

Maya duduk di seberang meja, jemarinya gemetar saat membolak-balik halaman buku catatan berkode milik Paman. "Lina, ini bukan sekadar penggelapan dana sosial," bisik Maya, suaranya nyaris tak terdengar di balik suara kipas angin tua yang berputar lamban. "Ini skema pencucian uang lintas batas. Mereka menggunakan namamu untuk setiap transaksi yang gagal. Jika audit pemerintah turun, kaulah yang akan masuk penjara, bukan mereka."

Lina meraih buku itu, membandingkan kode di dalamnya dengan catatan pengiriman yang ia curi dari loket kemarin. Polanya jelas. Setiap kali dana komunitas menipis, sebuah transfer atas nama 'Tan Lian' muncul, menutupi lubang tersebut dengan uang dari sumber yang tidak jelas. Ibu Sien bukan sekadar arsitek; dia adalah pemegang kendali yang memastikan tumbalnya tetap diam.

"Siapa yang memegang kunci cadangan untuk akun-akun ini?" tanya Lina tajam.

Maya menelan ludah, matanya melirik ke arah pintu kantor yang tertutup rapat. "Kong Atek. Dia satu-satunya yang menyimpan akses fisik ke ledger utama dan kunci cadangan untuk semua akun perbankan gelap itu. Dia berpura-pura pikun, tapi dia adalah penjaga gerbang yang sesungguhnya."

Lina bangkit. Ia tidak menunggu fajar. Ia berjalan menuju ruang arsip di lantai bawah, tempat Kong Atek biasanya menghabiskan malam dengan dupa dan teh pahit. Saat ia membuka pintu, pria tua itu tidak terkejut. Ia sedang duduk di kursi kayu jati, menatap tumpukan kertas kaligrafi yang ternoda tinta hitam.

"Kau sudah tahu, bukan?" suara Kong Atek parau, tanpa menoleh. "Bahwa kau hanyalah pion yang dikorbankan agar jaringan ini tetap berdiri?"

Lina membanting buku catatan berkode itu ke atas meja, tepat di depan wajah Kong Atek. "Ibu Sien menggunakan namaku. Kau membiarkannya. Paman mati karena dia mencoba menghentikan ini. Katakan padaku, Kong, apakah stabilitas komunitas ini sepadan dengan nyawa orang-orang yang kau jadikan tumbal?"

Kong Atek terdiam lama. Suara kipas di langit-langit seolah berhenti. Ia menatap Lina, bukan lagi sebagai keponakan yang diabaikan, melainkan sebagai ancaman yang sudah tidak bisa lagi ia jinakkan dengan kebohongan.

"Jaringan ini sudah retak, Lina," bisik Kong Atek, tangannya gemetar hebat saat ia merogoh saku dalam jubahnya. Ia mengeluarkan sebuah kunci perak kecil—kunci arsip utama yang selama ini dicari Lina. "Aku sudah terlalu tua untuk menjaga rahasia yang membusuk ini. Jika kau ingin membongkarnya, lakukan sekarang, atau kau akan berakhir sama seperti Paman."

Lina mengambil kunci itu. Berat logamnya terasa dingin di telapak tangannya, sebuah beban tanggung jawab yang kini berpindah sepenuhnya ke pundaknya. Ia tahu, begitu ia membuka pintu arsip itu, tidak akan ada jalan kembali ke kehidupan lamanya sebagai orang luar. Ia bukan lagi sekadar keponakan; ia adalah pemegang kunci kehancuran jaringan ini.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced