Menata Puing-Puing
Bau dupa di ruang altar keluarga bukan lagi aroma pengabdian; bagi Aris, itu adalah bau pembusukan sistem yang selama ini ia hindari. Di atas meja jati yang permukaannya dipenuhi guratan waktu, dokumen 'Penangguhan Utang Nyawa' tergeletak. Kertas itu tidak sekadar rapuh; ia terasa berat, memikul beban nama-nama yang telah digadaikan demi stabilitas Pecinan.
"Kau tidak seharusnya menyentuh itu, Aris." Suara Mei memecah kesunyian. Ia berdiri di ambang pintu, si
Preview ends here. Subscribe to continue.