Novel

Chapter 2: Ledger yang Hilang

Aris menggeledah toko ayahnya dan menemukan buku besar yang membuktikan bahwa ayahnya adalah pusat jaringan utang komunitas. Ia menemukan brankas tersembunyi di balik dinding, namun isinya kosong kecuali sebuah kunci kuningan. Koko Hendra muncul dan memangkas tenggat waktu Aris menjadi 48 jam untuk mengungkap rahasia di balik brankas tersebut.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Ledger yang Hilang

Debu menari di bawah sorot lampu neon yang berkedip di langit-langit toko. Aris menggeser gulungan kain sutra yang sudah memudar warnanya, membiarkan aroma dupa sisa semalam bercampur dengan bau apek kain tua—bau yang selama sepuluh tahun ia hindari sebagai bentuk protes atas masa lalunya. Ia tidak mencari kenangan. Ia mencari celah hukum.

Tangannya gemetar saat menyusuri rak kayu jati. Ia mencari ledger—buku besar transaksi—yang bisa membuktikan bahwa utang yang ditagihkan Koko Hendra adalah manipulasi administratif. Di balik tumpukan kain brokat yang tak pernah terjual, ia menemukan sebuah kotak kayu tersembunyi. Namun, isinya bukan daftar pelanggan kain. Halaman-halamannya penuh dengan kode angka, nama-nama toko di sepanjang blok ini, dan catatan utang yang nilainya melampaui logika bisnis kain biasa. Ayahnya bukan sekadar pedagang. Toko ini adalah pusat kliring utang terselubung, simpul jaringan yang mengikat setiap pemilik toko dalam satu rantai kewajiban.

Di halaman terakhir yang belum terkoyak, nama Aris tertulis dengan tinta hitam yang masih segar. Ia bukan sekadar pewaris; ia adalah penjamin yang tak pernah memberikan persetujuan.

"Apa yang kau lakukan di sini, Aris?"

Suara Tante Mei menghentak dari ambang pintu. Aris terkesiap, nyaris menjatuhkan buku besar itu. Tante Mei berdiri di sana, wajahnya pucat, tangannya mencengkeram erat bingkai pintu seolah menahan sesuatu agar tidak runtuh.

"Aku mencari kebenaran, Tante," sahut Aris dingin. "Ayah tidak mungkin meninggalkan utang sebesar ini tanpa alasan. Ada sesuatu di balik toko ini, dan aku harus menemukannya sebelum Koko Hendra menyita semuanya dalam tujuh hari."

"Kau tidak mengerti apa yang kau hadapi," Tante Mei melangkah maju, matanya membelalak. "Ini soal kehormatan keluarga yang dijaga tiga generasi. Jika kau menggali terlalu dalam, kau bukan hanya menghancurkan dirimu sendiri, tapi seluruh komunitas ini."

Aris mengabaikan peringatan itu. Ia tahu Tante Mei adalah bagian dari konspirasi yang mencoba melindunginya sekaligus menjebaknya. Saat Tante Mei berbalik, Aris mendekati dinding kayu di balik rak kain. Pikirannya terpatri pada kejanggalan yang ia lihat tadi pagi: susunan panel kayu yang tidak simetris. Dengan napas tertahan, ia menghujamkan linggis kecil ke sela-sela kayu. Suara derit kayu yang dipaksa memecah keheningan toko.

Panel depan terlepas, jatuh ke lantai dengan debu tebal yang mengepul. Aris menyalakan senter ponselnya, menyorot ruang sempit di balik dinding. Di sana, tertanam sebuah brankas besi tua yang sudah berkarat. Jantung Aris berdegup kencang. Ia menarik pintu brankas, namun menemukan ruang kosong. Hanya ada satu kunci kuningan kecil yang tertinggal di dasarnya.

Suara langkah berat di lantai kayu menghentikan jantungnya.

"Jangan buang waktumu, Aris. Buku itu tidak akan melunasi utang yang sudah dipindahkan," suara Koko Hendra menggema dari ambang pintu.

Hendra berdiri di sana, siluet tubuhnya menutupi cahaya lampu jalan. Tidak ada lagi basa-basi soal tagihan uang tunai. Tatapannya tajam, sarat ancaman baru.

"Aku tidak peduli pada rupiahmu lagi," geram Hendra, melangkah maju hingga napasnya yang berbau cerutu menerpa wajah Aris. "Di mana isi brankas itu? Kalau dalam 48 jam rahasia di baliknya tidak terbuka, biar publik yang menghancurkan reputasi keluargamu."

Aris berdiri kaku, memegang kunci kuningan itu dengan tangan dingin. Waktu yang ia miliki bukan lagi tujuh hari, melainkan dua hari sebelum rahasia tergelap ayahnya dibongkar paksa ke hadapan publik.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced