Novel

Chapter 11: Dikejar oleh Menara

Aris berhasil menembus gerbang Lantai 4 tepat sebelum sistem pusat menutup akses. Di sana, ia menemukan bahwa Menara adalah kurungan raksasa dan utang keluarganya berkaitan dengan sejarah arsitektur Menara tersebut. Aris kini memiliki kendali sistemik saat Avatar Eradikasi mulai mengejarnya.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Dikejar oleh Menara

Beban saraf Aris menembus angka 94%. Setiap tarikan napas terasa seperti menelan serpihan kaca, dan detak jantungnya beradu cepat dengan alarm sistem yang melengking nyaring di seluruh Sektor 4. Di belakangnya, koridor baja Lantai 3 runtuh; Penjaga Sistem—entitas mekanis tanpa wajah yang diprogram untuk menghapus 'Virus'—merobek dinding logam dengan presisi mematikan.

"Aris, sensor gerbang terkunci oleh otoritas pusat," suara dingin Operator 'Glitch' bergema di dalam tempurung kepalanya. "Jika kau tidak melewati ambang batas dalam lima detik, akses akan disegel permanen."

Aris mencengkeram Kunci Akses Kuno yang berpendar biru redup. Tanpa menoleh, ia memicu sisa energi memori yang tersembunyi. Cahaya biru meledak, menghantam sensor gerbang hingga memorinya eror. Dengan satu dorongan keras, Aris melompat menembus celah cahaya, jatuh terjerembap di lantai pualam yang dingin. Di belakangnya, gerbang itu tertutup rapat, menghilang menjadi dinding kosong. Jalan pulang telah terputus selamanya.

Di sisi lain gerbang, melalui layar proyeksi publik yang masih terhubung secara paksa, Aris melihat Kiran. Elit itu tidak lagi terlihat karismatik. Seragam tempurnya koyak, wajahnya dipenuhi amarah saat mencoba meretas akses masuk dengan terminal darurat.

"Dia virus! Eksekusi perintah eradikasi sekarang!" teriak Kiran.

Namun, statusnya kini berkedip merah: Otoritas Akses: Dicabut. Aris memicu fitur Audit Balasan, mengunci akun Kiran secara permanen. Di depan mata publik yang menyaksikan siaran langsung, reputasi Kiran hancur menjadi debu data. Aris kini benar-benar sendirian di tier yang lebih tinggi.

Lantai 4 bukan zona perang, melainkan arsip sunyi dengan rak-rak raksasa yang membentang hingga langit-langit. Aris menyeret kakinya yang berat menuju konsol pusat, menahan rasa sakit yang menusuk otaknya.

"Kenapa aku di sini, Glitch?" bisiknya.

"Karena mereka budak sistem, dan kau adalah kuncinya," jawab Glitch.

Sebuah peta hologram muncul, menunjukkan struktur Menara yang sebenarnya. Itu bukan piramida pendakian, melainkan kurungan raksasa untuk entitas yang jauh lebih besar. Aris menyadari, utang keluarganya bukan sekadar masalah finansial, melainkan beban sejarah sebagai arsitek yang dikhianati saat Menara ini pertama kali dibangun.

Cahaya biru dari gerbang memudar, digantikan oleh kesunyian yang menekan. Aris jatuh berlutut saat Avatar Eradikasi—entitas tanpa wajah yang dikirim sistem pusat—mulai merembes masuk, membekukan udara di ruangan itu.

"Jangan berhenti, Aris. Sinkronkan Kunci Akses sekarang!" perintah Glitch.

Aris menyentuh inti kristal di depannya. Kulitnya terasa panas, efek dari integrasi 100%. Saat data inti mengalir masuk, ia merasakan beban sarafnya berubah menjadi kekuatan sistemik yang bisa ia kendalikan. Ia menatap inti Menara; kebenaran tentang utang keluarganya terungkap, mengubah statusnya dari buronan menjadi pemilik kunci Menara yang sesungguhnya.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced