Novel

Chapter 10: Sistem yang Membangkang

Aris berhasil menyelesaikan integrasi Kunci Akses di tengah kepungan Kiran, menggunakan manipulasi gravitasi untuk melumpuhkan lawan, dan berhasil menembus gerbang Lantai 4 tepat sebelum sistem pusat mengunci koordinatnya sebagai virus.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Sistem yang Membangkang

Layar holografik di depan mata Aris berkedip merah, memuntahkan peringatan yang memekakkan telinga. Status: Ancaman Sistemik. Protokol Eradikasi: Aktif. Aris terhuyung, punggungnya menghantam dinding baja Ruang Data Sektor 4. Beban sarafnya melonjak ke angka 94%. Setiap napas terasa seperti menghirup pecahan kaca.

"Aris, integrasi mencapai 99,8%!" suara Glitch terdistorsi, memicu rasa sakit tajam di pangkal tengkoraknya. "Menara sedang mencoba membakar sirkuit sarafmu. Selesaikan sinkronisasi sebelum sistem pusat mengunci koordinatmu secara permanen!"

Di depan pintu, dua pengawal Kiran mendobrak masuk. Mereka tidak lagi peduli pada reputasi tuan mereka yang hancur di depan publik; mereka hanya ingin kepala Aris. "Tikus itu ada di dalam!" teriak salah satu pengawal, mengangkat senapan kejut. "Habisi dia sebelum sistem menghapusnya!"

Aris tidak punya ruang untuk menghindar. Dia menyalurkan sisa energinya ke Kunci Akses kuno. Sensasi dingin merambat dari inti memori ke telapak tangannya. Aris tidak lagi melihat ruangan itu sebagai tumpukan data, melainkan aliran gravitasi yang membelenggu struktur lantai. Saat peluru kejut meluncur, Aris menghentak lantai. Gravitasi lokal terbalik secara instan; para pengawal terlempar ke langit-langit dengan suara retakan tulang yang mengerikan. Integrasi mencapai 100%. Sistem sinkronisasi selesai. Namun, peringatan baru muncul: "Koordinat target terkunci. Eradikasi total dalam 00:00:45."

Aris berlari keluar menuju koridor. Di sana, Kiran berdiri dengan zirah yang retak dan wajah yang kehilangan topeng karismatiknya. "Kau pikir kau bisa menang dengan cara kotor ini, Aris?" teriak Kiran, pedang energinya mendesis. "Aku akan menghapus keberadaanmu dari Menara ini!"

Aris tidak menoleh. Dia tahu sistem pusat sudah melabelinya sebagai virus. Saat Kiran menerjang, Aris memejamkan mata, memanggil fragmen memori kuno. Klik. Gravitasi di sekitar mereka melengkung. Kiran kehilangan pijakan, tubuhnya terhempas hebat ke dinding logam. Aris memanfaatkan celah itu untuk melesat menuju gerbang Lantai 4. Drone-drone penjaga mulai berdatangan, moncong senjata mereka terkunci tepat pada jantung Aris.

"Gerbang tertutup dalam 10 detik!" teriak Glitch. Aris memaksakan kakinya bergerak, mengabaikan beban saraf yang sudah mencapai batas kritis. Setiap langkah terasa seperti merobek ototnya sendiri. Drone pertama menembakkan laser tepat di samping telinganya, menghanguskan dinding logam. Aris mengaktifkan Kunci Akses pada panel gerbang. Sistem Menara berteriak menolak, namun Kunci Akses itu membongkar pertahanan gerbang dengan paksa.

Dengan sisa tenaganya, Aris melompat masuk ke dalam celah gerbang yang perlahan menyempit. Di belakangnya, gerbang tertutup rapat dengan suara dentuman baja yang final. Kejaran otoritas terputus. Di sisi lain, udara terasa lebih dingin dan tajam. Aris terkapar di lantai 4, napasnya tersengal. Sistem Menara kini tidak lagi mengirimkan pengawal, melainkan perintah eradikasi global. Dia bukan lagi sekadar pendaki, dia adalah virus yang harus dimusnahkan. Aris menatap kegelapan lantai baru di depannya; pendakian yang sebenarnya baru saja dimulai.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced