Novel

Chapter 9: Puncak yang Berdarah

Aris berhasil menyelesaikan integrasi Kunci Akses di tengah kepungan Kiran, sekaligus membongkar kecurangan Kiran di depan publik. Kemenangan ini memicu deteksi sistem pusat yang melabeli Aris sebagai ancaman sistemik (virus), mengubah statusnya dari pendaki menjadi target eradikasi.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Puncak yang Berdarah

Dentuman logam menghantam pintu baja Sektor 4, menggetarkan tulang rusuk Aris. Setiap hantaman adalah palu godam yang memicu lonjakan rasa sakit di saraf tulang belakangnya—beban sistem kini menyentuh 92%. Di layar holografik yang berkedip merah, progres integrasi Kunci Akses Kuno merangkak menyiksa: 88%.

"Keluar, tikus!" Suara Kiran menggema, penuh arogansi yang mulai retak oleh frustrasi. "Kau pikir dengan membajak umpan visual, kau bisa menyembunyikan kehancuranmu? Aku tahu kau mencuri Kunci Akses itu untuk melunasi utang keluargamu. Keluar sekarang, atau aku pastikan kau tidak akan pernah bisa mengakses lantai mana pun lagi!"

Aris tidak menjawab. Ia tidak memiliki sisa energi untuk berdebat. Jemarinya menari di atas konsol yang mulai retak, menyerap data yang terasa seperti logam panas mengalir di pembuluh darahnya. Ia bukan sekadar mengunduh; ia memicu fragmen memori Menara yang telah lama dihapus. Aris memicu overload pada sistem pendingin ruang data, mengubah ruangan itu menjadi oven bertekanan tinggi untuk menghambat gempuran fisik Kiran.

"Sistem, eksekusi protokol pemutusan paksa," perintah Kiran dari luar. "Hapus aksesnya sekarang!"

Aris tersenyum tipis, meski darah segar menetes dari hidungnya. Ia bukan lagi Aris yang putus asa di lantai 1. Dengan satu gerakan tangan yang gemetar, ia mengaktifkan rekaman manipulasi yang ia curi dari server pusat—sebuah bukti visual yang dipancarkan ke seluruh jaringan publik Menara, menunjukkan bagaimana Kiran membeli slot data ilegal untuk memalsukan peringkatnya. Di luar, teriakan Kiran berubah menjadi raungan kemarahan saat ia menyadari reputasinya di mata ribuan pendaki yang menonton kini hancur.

Aris memacu integrasi hingga 98%. Kekuatan memori kuno meledak, memberikan akses kendali gravitasi lokal. Saat pintu baja akhirnya jebol, Kiran menerjang dengan pedang energi yang menyala-nyala. Aris tidak menghindar. Ia menghentakkan tangannya ke konsol, melepaskan gelombang gravitasi terbalik yang menghantam Kiran tepat di dada, melontarkan elit itu keluar ruangan hingga menghancurkan peralatan pendukung gear-nya.

Aris berdiri terhuyung sebagai pemenang sementara, namun tubuhnya mulai mengeluarkan percikan energi sistem yang tidak stabil. Integrasi mencapai 100%. Sisa-sisa memori terakhir membanjiri kesadarannya, mengungkap bahwa Menara bukan sekadar tempat ujian, melainkan penjara digital bagi mereka yang terjebak di dalamnya.

Tiba-tiba, suara sistem yang dingin dan mekanis, Operator 'Glitch', menggema di kepalanya. "Peringatan: Anomali terdeteksi. Subjek Aris ditandai sebagai ancaman sistemik."

Aris merasakan dingin yang mencekam. Sistem pusat Menara tidak memberikan hadiah pendaki; mereka justru mengunci akses keluar dan mengeluarkan perintah 'Eradikasi'. Aris kini bukan lagi sekadar pendaki yang berjuang demi utang—ia adalah virus yang harus dibasmi oleh Menara itu sendiri.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced