Novel

Chapter 5: Harga Sebuah Kelangsungan

Aris berhasil memanipulasi sensor audit menggunakan artefak cakram hitam, namun keberhasilannya menarik perhatian Jia dan membuat sindikat lantai dua semakin menekan Aris untuk memberikan akses ke mekanisme menara.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Harga Sebuah Kelangsungan

Meridian Aris berdenyut seperti luka terbuka yang disiram air garam. Di luar pintu kamar lantai dua, suara sepatu bot berat menghantam logam—ritmis, mengancam, dan tanpa jeda.

"Keluar, Aris. Kami tahu kau mencuri jatah energi dari segel lantai dua," suara pemimpin sindikat Penguasa Jalur menggelegar. Dentuman keras membuat pintu baja melengkung ke dalam.

Aris tidak punya waktu untuk meditasi. Jika ia memaksakan Teknik Pernapasan Pasar Gelap sekarang, meridiannya yang sudah retak akan hancur total. Ia menatap cakram hitam di genggamannya. Artefak itu bergetar, memancarkan resonansi yang sama dengan alur energi menara yang ia petakan. Dengan satu gerakan cepat, Aris menempelkan cakram itu ke ambang pintu bagian dalam, mengalirkan sisa energi limbah yang ia serap. Cakram itu berpendar redup, membiaskan frekuensi energi yang menipu sensor pintu. Mekanisme pengunci terkunci rapat dari sisi luar, menciptakan ilusi bahwa kamar itu telah disegel oleh sistem keamanan menara tingkat tinggi.

"Sial, sistemnya terkunci. Dia menggunakan otorisasi lantai atas," gerutu suara di luar sebelum langkah kaki mereka menjauh. Aris ambruk ke lantai, napasnya memburu. Ini hanya penundaan sementara.

Keesokan harinya, Aris dikirim ke ruang bawah tanah—tempat pembuangan limbah energi menara. Cairan kental berwarna ungu pekat merembes dari retakan dinding, mengeluarkan bau logam yang menyengat. Ini adalah sisa energi kultivasi tingkat tinggi yang dibuang paksa oleh sistem. Aris mencengkeram cakram hitamnya. Artefak itu memetakan alur energi yang bergejolak. Saat ia menarik napas, Teknik Pernapasan Pasar Gelap memaksa tubuhnya menjadi filter hidup. Rasa sakitnya luar biasa, namun ia melihat sesuatu yang krusial: pola energi di ruangan ini terhubung langsung ke pusat kendali distribusi lantai atas. Sindikat itu tidak hanya membuang limbah; mereka sengaja menyebarkannya untuk menciptakan ketergantungan. Aris mendapatkan gain kekuatan terukur—meridiannya sedikit lebih stabil, namun ia kini sadar ia adalah pion dalam permainan yang jauh lebih besar.

Di Aula Audit, Jia berdiri dengan tangan bersedekap, matanya menyipit menatap panel sensor. "Data ini tidak masuk akal, Aris. Kultivator kelas bawah tidak mungkin memiliki fluktuasi meridian sekompleks ini tanpa bantuan artefak tingkat tinggi. Apa yang kamu sembunyikan?"

Aris memusatkan pikirannya pada cakram hitam di kantong jubahnya. Artefak itu merespons, memancarkan denyut dingin yang menyatu dengan sisa-sisa energi di meridiannya. Dengan presisi yang menyakitkan, ia memanipulasi aliran energi tersebut agar terbaca oleh sensor sebagai 'penyesuaian resonansi menara'.

"Hanya adaptasi, Jia," jawab Aris tenang.

Ia lolos audit, namun saat ia melangkah keluar, Jia berbisik dingin, "Jangan merasa aman. Namamu kini dalam daftar pengawasan ketat sekte. Satu kesalahan, dan kau akan kembali ke lantai dasar sebagai sampah."

Kembali ke koridor lantai dua, sindikat sudah menunggunya. Mereka tidak lagi hanya meminta jatah energi; mereka menuntut akses ke mekanisme menara yang ia temukan. Aris menyadari, untuk menstabilkan meridiannya yang kian hancur dan menghindari pengawasan Jia, ia tidak punya pilihan lain. Ia harus menerima pekerjaan kotor yang diatur oleh sindikat, mengubah ancaman mereka menjadi satu-satunya jalan untuk bertahan hidup di tangga yang semakin sempit ini.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced