Badai di Depan Media
Kilatan lampu kamera di gerbang kediaman Aditama terasa seperti ribuan jarum yang menusuk retina. Aruna tetap tegak di samping Bramantya, meski ia tahu reputasinya sedang dicabik-cabik oleh narasi yang disebar Wijaya. Di layar ponsel yang sempat ia intip, sebuah portal berita daring memasang tajuk utama: Istri Kontrak atau Mata-mata? Bukti Pencurian Rahasia Dagang Aruna Terungkap.
"Jangan menunduk," bisik Bramantya. Suaranya rendah, nyaris tak terdengar di balik deru teriakan wartawan yang menuntut konfirmasi.
Aruna tidak menunduk. Ia justru menatap lurus ke arah lensa kamera
Preview ends here. Subscribe to continue.