Kompensasi yang Tak Terduga
Ruang kerja Bramantya di penthouse itu terasa seperti ruang interogasi yang dibalut kemewahan. Aruna meletakkan map cokelat berisi data pribadinya—dokumen yang seharusnya menjadi rahasia—di atas meja mahoni.
"Sejak kapan, Bram?" Suara Aruna datar, namun ia memastikan setiap kata mendarat dengan presisi. "Kau memetakan setiap kerentanan hidupku bahkan sebelum kita menandatangani kontrak itu. Ini bukan mitigasi risiko, ini adalah pengintaian."
Bramantya tidak langsung menjawab. Ia mematikan monitor, menyisakan cahaya redup dari lampu meja yang menyorot tajam ke arah mereka. "Di dunia kita, Aruna, ketidakta
Preview ends here. Subscribe to continue.