Novel

Chapter 10: Chapter 10

Aris berhasil menembus Lantai 4 dengan mengorbankan artefak memori terakhirnya sebagai tumbal akses. Ia berhasil lolos dari konfrontasi langsung dengan Vanya, namun menyadari bahwa menara ini adalah penjara yang terus menggerogoti identitasnya demi kelangsungan hidup.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Chapter 10

Udara di Lantai 4 tidak berbau oksigen; ia berbau ozon terbakar dan logam dingin. Saat Aris melangkah keluar dari celah gerbang yang berderit, sensasi mual hebat menghantam perutnya. Itu bukan sekadar mabuk perjalanan menara—itu adalah sisa-sisa dari memori masa kecilnya yang baru saja ia korbankan sebagai tumbal akses.

[PERINGATAN: INTEGRITAS DATA ANOMALI. IDENTITAS SUBJEK: TIDAK TERDETEKSI.] [STATUS: PELANGGAR TINGKAT TINGGI. AKSES LANTAI 4 DIBERIKAN DENGAN KETENTUAN SANKSI.]

Aris tidak punya waktu untuk berduka atas wajah ibunya yang kini memudar dari ingatannya. Di sudut pandangannya, papan skor publik berkedip ungu gelap. Namanya bukan lagi sekadar 'Penyintas', melainkan 'Anomali'. Vanya tidak akan berhenti. Pasukan pemanen wanita itu pasti sudah berada satu langkah di belakangnya, siap memanen energi yang ia curi dari sistem.

Belum sempat ia mengatur napas, lorong beton di depannya bergetar. Dari balik kabut statis, siluet ramping dengan seragam elit Pemanen muncul. Vanya berjalan tenang, namun langkahnya tidak memberikan ruang untuk negosiasi. Di belakangnya, dua eksekutor dengan senjata pemanen energi sudah mengunci target.

"Data yang kau curi tidak akan bisa kau bawa ke mana-mana, Aris," suara Vanya dingin, memotong keheningan. Ia berhenti tepat di depan layar papan skor yang masih menampilkan status Aris dengan kedipan merah yang tidak stabil. Vanya mengetukkan jemarinya pada tablet, mengunci seluruh rute keluar dari sektor tersebut. "Kau pikir dengan membuang ingatanmu, kau bisa menghapus jejakmu di menara ini? Kau hanya mengubah dirimu menjadi file sampah yang lebih mudah dihapus."

Aris merasakan tekanan sistem yang mencekik. Lantai 4 bukan sekadar ruang beton; itu adalah mesin penggiling daging yang menuntut bayaran di muka. Di atas kepalanya, papan skor digital berkedip merah—sebuah peringatan bahwa statusnya sebagai 'Pelanggar Tingkat Tinggi' telah memicu protokol karantina otomatis.

Aksesibilitas Sektor 4: Terbatas. Biaya pemeliharaan eksistensi: 500 Poin Energi per menit.

Angka itu bukan sekadar statistik. Itu adalah vonis mati. Jika ia tidak segera melunasi biaya akses, sistem akan menghapus keberadaannya dari data menara, menjadikannya 'error' yang harus dibersihkan oleh unit pemanen Vanya. Aris merogoh saku jaketnya, hanya menemukan sisa artefak memori yang ia simpan dengan susah payah. Ini adalah satu-satunya benda yang tersisa dari masa lalunya—sebuah liontin kuno yang menjadi kunci cadangan untuk rute rahasia yang lebih dalam.

"Sistem, konversi artefak menjadi poin akses," perintah Aris dengan suara parau.

Peringatan: Artefak memiliki nilai historis tinggi. Konversi akan menghapus jejak memori terakhir penyintas. Lanjutkan?

Aris tidak ragu. Ia menekan tombol 'Ya' di udara kosong. Cahaya biru menyelimuti tangannya, menyedot esensi liontin itu hingga hancur menjadi debu digital. Rasa sakit tajam menghantam kepalanya—sebuah kehampaan yang lebih dalam dari sekadar kehilangan barang. Ia baru saja menjual masa lalunya untuk bertahan hidup di masa depan yang tidak menjanjikan.

Saat Lantai 4 terbuka lebar untuknya, Aris menatap papan skor yang kini mencatat lonjakan energinya. Ia berhasil meloloskan diri dari kepungan Vanya untuk saat ini, namun ia menyadari kebenaran yang pahit: menara ini bukan sekadar ujian pendakian bagi mereka yang ambisius. Menara adalah penjara mekanis yang dirancang untuk menghapus identitas siapa pun yang mencoba meretas sistemnya. Ia kini bebas dari Vanya, namun ia adalah orang asing di tubuhnya sendiri, menatap tangga selanjutnya dengan tangan kosong dan tekad yang dingin.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced