Novel

Chapter 8: Chapter 8

Aris berhasil mengakses Rute Terlarang setelah mengorbankan memori jangka panjangnya, mendapatkan peningkatan kekuatan permanen yang mengubah statusnya menjadi 'Pelanggar Tingkat Tinggi'. Sementara itu, Vanya melacak jejak energi Aris dan mengirimkan pasukan pemanen untuk menghancurkannya, menyiapkan konfrontasi langsung di bab berikutnya.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Chapter 8

Lampu peringatan di atas kepala Aris berdenyut merah, memancarkan cahaya yang menyakitkan retina. Papan skor publik tidak lagi menampilkan peringkatnya; kini hanya ada satu label yang terpampang jelas: BURUAN UTAMA. Angka waktu di sudut pandang sistemnya merosot tajam: 03:45, 03:44, 03:43. Setiap detik yang berlalu adalah detak jantung yang dicuri oleh Menara.

Di sepanjang koridor Lantai 3, sensor laser biru menyapu dinding dengan presisi mematikan. Aris tidak berlari; ia meluncur di antara bayang-bayang pipa uap yang bocor, menghindari jangkauan sensor. Jika laser itu menyentuh kulitnya, sistem akan menghapus eksistensinya dari catatan Menara—sebuah eksekusi administratif yang tak bisa digugat.

"Jangan berhenti, Aris. Jika kau melambat, kau bukan lagi penyintas, kau hanya sampah data," suara Kael berderak melalui frekuensi tersembunyi. Aris tidak membalas. Paru-parunya terasa seperti disayat pisau tumpul akibat udara tipis di lantai ini. Ia menembus rute terlarang, sebuah celah yang tidak tercatat di peta publik. Ia telah membayar akses ini dengan memori masa kecil tentang wajah ibunya. Harga yang mahal, namun satu-satunya cara untuk mengecoh drone pengejar yang kini berdengung liar di belakangnya.

Drone berbentuk bola logam itu melesat, menembakkan proyektil energi yang menghanguskan lantai tepat di tumit Aris. Ia mengertakkan gigi, menahan dorongan untuk membalas. Melawan balik berarti memicu deteksi lebih besar. Ia harus menggunakan fragmen memori terakhirnya untuk memalsukan tanda tangan digitalnya. Saat ia menyelinap masuk ke ruang persembunyian Kael, sistem menara mencatat identitasnya telah terhapus. Aris kini adalah hantu di dalam mesin.

Di dalam ruangan yang bergetar hebat oleh protokol pembersihan, Kael menatap layar holografik. Koordinat drone Vanya semakin mendekat. "Data yang kau bawa adalah bom waktu, Aris," ujar Kael, jemarinya menari cepat di atas konsol usang. Wajahnya pucat, diterangi cahaya biru dari fragmen memori yang ia ekstrak. "Sistem Menara tidak hanya memanen energi, mereka memanen sejarah. Jika kau terus meretas, kau akan terhapus dari eksistensi publik."

Aris menatap Kael dengan mata yang dingin. "Berikan metode peretasan batasan level itu, atau aku akan memicu ledakan enkripsi yang akan merusak seluruh data pemanenan yang kau curi tadi."

Kael terdiam, lalu menyerahkan chip akses ke 'Lantai Terlarang' yang sesungguhnya. Aris segera menancapkan chip tersebut ke sistemnya. Aliran energi terlarang menyuntik tubuhnya, membakar saraf-sarafnya.

Sementara itu, di Pusat Sektor 3, Vanya berdiri tegak di depan terminal data utama. "Sistem, buka akses log pemanenan di jalur sektor tujuh sekarang," perintahnya. Ribuan baris kode mengalir. Aris telah memanipulasi fragmen memori untuk menutupi jejaknya, tetapi residu energi yang ia tinggalkan terlalu mencolok. "Ketemu," gumam Vanya. Jejak itu mengarah ke Rute Terlarang. Ia mengaktifkan perintah pengerahan pasukan pemanen pribadi. "Hancurkan koordinat itu. Jika dia mencoba meretas lantai, pastikan dia terkubur bersama keruntuhan sistemnya."

Di ruang peretasan, cahaya biru neon berdenyut liar. Aris merasa sesuatu di dalam kepalanya tercabut—sebuah kenangan tentang rumah masa kecilnya memudar menjadi debu digital. Peringatan: Batasan Level Terlampaui. Integrasi Data Terlarang Berhasil.

Seketika, rasa sakit itu digantikan oleh lonjakan kekuatan yang brutal. Papan skor di depannya berkedip, memperbarui statusnya secara drastis: PELANGGAR TINGKAT TINGGI. Ia bukan lagi sekadar penyintas; ia adalah variabel yang merusak tatanan menara.

Aris berdiri tegak, otot-ototnya dipenuhi energi sistem yang tidak murni. Pintu ruangannya didobrak paksa. Di ambang pintu, pasukan pemanen Vanya berdiri dengan senjata terhunus. Aris tersenyum tipis. Pendakian yang lebih brutal baru saja dimulai.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced