Novel

Chapter 7: Chapter 7

Aris berhasil mencapai Lantai 3 namun terdeteksi sebagai 'Buruan Utama' oleh sistem. Ia menyerahkan bukti pemanenan energi kepada Kael dan mendapatkan informasi tentang rute terlarang yang bisa meretas batasan kekuatannya secara permanen. Di tengah pengejaran Vanya, Aris memicu kekacauan sistem untuk meloloskan diri ke rute tersebut.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Chapter 7

Udara di Lantai 3 tidak lagi terasa seperti oksigen; ia berbau ozon terbakar dan logam berkarat. Aris tersungkur di lantai koridor transisi, napasnya memburu, memecah keheningan yang menyesakkan. Di balik kelopak matanya yang terpejam, ada lubang hitam—sebuah fragmen memori tentang wajah ibunya yang terhapus paksa demi menambal celah enkripsi sistem. Itu adalah harga yang harus dibayar untuk meloloskan diri dari kejaran Vanya di Lantai 2.

Bip. Bip. Bip.

Notifikasi merah menyala di udara, berkedip tepat di depan matanya. [PERINGATAN: Anomali Terdeteksi. Indeks Keamanan Sektor 3: Maksimal. Status Subjek: Buruan Utama.]

Aris bangkit, mengabaikan rasa nyeri yang menusuk di pangkal tengkorak. Papan skor publik di ujung koridor, yang biasanya menampilkan peringkat penyintas, kini berubah menjadi deretan garis statis yang membentuk profil wajahnya dengan label 'BURUAN'. Seluruh penyintas di lantai ini kini bisa melihat lokasinya secara real-time. Cahaya biru dari sensor pemindai menyapu lorong, mencari jejak energi yang tidak sinkron dengan data resmi. Jika tertangkap, eksistensinya akan diserap menjadi bahan bakar lantai berikutnya.

Ia berlari menuju gudang data Sektor 3, tempat Kael menunggunya. Di dalam gudang yang pengap, Kael muncul dari balik tumpukan server tua, matanya menyipit di balik lensa sibernetik yang retak.

"Kau membawa masalah besar, Aris," suara Kael serak. "Vanya tidak lagi sekadar curiga. Dia telah memblokir akses keluar-masuk Sektor 3. Kau bukan lagi sekadar kutu; kau adalah virus yang harus mereka hapus."

Aris melemparkan drive data berkarat ke atas meja logam. "Aku punya bukti pemanenan energi dari Lantai 3. Sistem tidak hanya mengelola peringkat, Kael. Mereka menghisap sisa energi setiap penyintas untuk memperpanjang usia elit di puncak. Kalau kau ingin menebus kegagalan masa lalumu, ini kuncinya."

Kael menatap drive itu dengan tangan gemetar. "Kau mempertaruhkan segalanya untuk ini? Kau baru saja kehilangan sebagian memori jangka panjangmu hanya untuk sampai ke sini."

"Memori bisa dicari kembali, tapi kebebasan tidak," tegas Aris.

Kael menghela napas, jemarinya menari di atas konsol. "Ada rute terlarang yang bisa meretas batasan kekuatanmu secara permanen, tapi risikonya adalah penghapusan total identitas sistemmu. Kau akan menjadi hantu di dalam Menara ini."

Belum sempat Aris menjawab, pintu gudang meledak terbuka. Vanya berdiri di sana, dikelilingi drone pemanen yang menyapu koridor dengan laser pemindai. Sisa waktu misi untuk mencapai gerbang penghubung berikutnya terpampang di retina Aris: 03:45 menit.

"Aku tahu kau di sini, Anomali," suara Vanya dingin. "Sistem sudah menandaimu. Kau tidak punya tempat untuk bersembunyi lagi."

Aris menatap terminal di depannya. Ia harus memilih: menyerah atau melakukan tindakan nekat. Ia sengaja memicu alarm sistem di lokasi Vanya untuk mengalihkan perhatian drone pemanen. Ledakan data palsu memenuhi jaringan, menciptakan kekacauan di papan skor publik. Saat Vanya sibuk menstabilkan sistem pertahanannya, Aris melompat ke arah rute terlarang yang terbuka di balik dinding gudang.

Sistem memberikan notifikasi fatal saat Aris menghilang ke dalam kegelapan lorong rahasia: 'Anomali terdeteksi. Akses sistem dibatasi. Prioritas target: Eliminasi'. Aris kini bukan lagi sekadar buruan; dia adalah musuh sistem yang sesungguhnya. Kael menatap punggung Aris, menyadari bahwa pionnya kini telah menjadi pemain yang tak terkendali.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced