Chapter 6
Lantai Tiga tidak menyambut dengan kemegahan. Begitu Aris melangkah keluar dari celah gerbang yang berderit, udara dingin berbau logam teroksidasi menusuk paru-parunya. Di retina matanya, antarmuka sistem berkedip merah: Penyintas Prioritas Rendah—Status: Tidak Stabil.
Sensor spektrum di koridor ini bukan lagi gerbang mekanis biasa; mereka adalah pemindai aktif yang mencari anomali data. Aris merasakan tarikan halus pada kesadarannya—upaya sistem untuk membedah identitasnya. Ia merogoh kantong penyimpanan, mengeluarkan fragmen memori terakhir dari Kael. Fragmen itu berdenyut panas, selaras dengan sisa-sisa ingatan jangka pendeknya yang mulai memudar. Saat ia menempelkan fragmen tersebut ke port sistem di pergelangan tangannya, rasa sakit menusuk kepala, seolah ada jarum yang mencungkil otaknya. Sebuah kenangan tentang aroma masakan ibunya di Sektor 4 terhapus, digantikan oleh kode akses palsu yang menipu sensor. Ia berhasil lolos dari deteksi awal, namun timer misi kini berdetak lebih cepat: 03:45 menit tersisa.
Sementara itu di Sektor 7, Vanya berdiri di tengah koridor yang bergetar. Cahaya neon biru dari papan skor menara berkedip tidak stabil. Di depannya, terminal data yang seharusnya menjadi jejak Aris hanya menampilkan layar statis.
"Dia tidak di sini, Kael," desis Vanya. Ia berbalik, menatap Kael yang bersandar santai di pilar. "Kau membantu anomali itu melarikan diri, bukan?"
Kael terkekeh, meski tangannya sedikit gemetar. "Aku hanya pedagang informasi. Jika dia berhasil memalsukan data, itu berarti dia lebih pintar dari elit sepertimu."
Vanya memutus jalur komunikasi resmi. Ia tidak lagi peduli pada protokol; Aris telah menjadi obsesi yang harus ia hapus sendiri. Ia tahu ada celah dalam sistem, dan ia akan membongkarnya.
Di pusat data Lantai 3, Aris akhirnya mengakses inti sistem. Di hadapannya, data mentah berputar: Menara bukan tempat ujian, melainkan mesin penggiling nyawa yang memanen energi setiap kali seseorang naik level. Alarm lantai meraung. Sistem memberikan pilihan dingin di layar: 'Akses ilegal terdeteksi. Sanksi: Penghapusan fragmen memori jangka panjang untuk stabilisasi data.'
Aris memejamkan mata, membayangkan wajah ibunya—satu-satunya kenangan hangat yang tersisa. "Ambil saja," bisiknya, menyerahkan memori itu sebagai tumbal.
Aris mendapatkan bukti yang bisa menghancurkan hierarki Menara, namun saat ia berbalik, koridor utama mulai bergeser. Protokol Pembersihan Anomali diaktifkan. Dinding-dinding neon menutup jalur keluar. Aris memacu langkah, sepatu botnya menghantam logam dengan suara nyaring. Ia berhasil memicu glitch pada gerbang utama, menciptakan celah pelarian tepat sebelum mekanisme pengunci menutup akses lantai. Ia melompat keluar tepat saat gerbang tertutup rapat, meninggalkan para pengejar di balik tirai besi.
Namun, ketenangannya hancur seketika. Sebuah notifikasi merah menyala di retina matanya: Anomali terdeteksi. Identitas: Buruan Utama Sistem.