Novel

Chapter 5: Chapter 5

Aris berhasil menipu Vanya menggunakan enkripsi Kael dan menembus gerbang Lantai 3 tepat waktu. Ia menemukan bukti bahwa sistem peringkat Menara adalah mesin pemanen, mengubah statusnya dari 'Anomali' menjadi 'Penyintas Prioritas Rendah' untuk bertahan hidup.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Chapter 5

Lantai 2 bergetar, bukan karena gempa, melainkan karena sistem sedang memproses penghapusan data secara paksa. Aris tersungkur di lorong logam yang dingin, napasnya memburu. Di retina kirinya, timer misi berkedip brutal: 03:45. Setiap detik yang berlalu adalah potongan memori yang hilang; ia lupa nama jalan tempat ia dibesarkan, namun ia ingat dengan jelas rasa sakit saat sistem meretas sarafnya.

Ia harus mencapai gerbang transisi sebelum detak jam mencapai nol. Jika tidak, status 'Anomali' miliknya akan memicu protokol pembersihan total.

"Bangun, Anomali," suara Kael memecah kesunyian. Informan itu muncul dari balik bayang-bayang, wajahnya pucat pasi. "Vanya sudah menyadari manipulasi data di Sektor 7. Dia sedang dalam perjalanan kembali ke sini. Jika dia menangkapmu, dia tidak akan bertanya—dia akan langsung menghapusmu."

Aris bangkit, menahan pening yang menghantam kepalanya seperti palu. "Aku butuh akses ke rute tersembunyi di balik gerbang sentinel. Sekarang."

Kael melemparkan sebuah kristal data kecil. "Ini kunci enkripsi yang kau minta. Tapi ingat, ini hanya akan menutupi jejakmu selama sepuluh menit. Setelah itu, sistem akan mengunci posisimu secara permanen."

Aris menangkap kristal itu, merasakan panas yang menjalar ke telapak tangannya. Ini adalah pertaruhan terakhir. Ia tidak lagi sekadar pendaki; ia adalah virus yang mencoba meretas sistem yang dirancang untuk memanennya.

Saat ia berlari menuju gerbang, ia berpapasan dengan Vanya. Wanita itu berdiri di depan terminal utama, jemarinya menari di atas panel holografik dengan presisi seorang eksekutor. Vanya menoleh, matanya yang dingin mengunci Aris.

"Kau pikir kau bisa menipu sistem, Aris?" suara Vanya tenang, namun mematikan. "Kau hanyalah data sampah yang seharusnya sudah dihapus sejak lantai pertama."

Aris tidak menjawab. Ia menekan kristal enkripsi ke terminal utama. Klik. Sebuah ledakan data palsu memenuhi monitor Vanya, menciptakan ilusi bahwa Aris sedang melarikan diri ke arah yang berlawanan. Vanya terperangah, matanya membelalak saat melihat sinyal anomali berpindah secara mustahil ke Sektor 4.

"Sial!" Vanya berteriak, berbalik arah untuk mengejar bayangan itu.

Aris memanfaatkan celah itu. Ia menyentuh terminal, dan sebuah fragmen memori mentah mengalir ke otaknya. Kebenaran itu menghantamnya: sistem peringkat Menara bukanlah ujian, melainkan mesin pemanen yang memanen energi kehidupan penyintas untuk memberi makan elit di lantai atas. Ia bukan pemain; ia adalah ternak.

Peringatan: Integritas kognitif terancam. Sisa waktu misi: 02:12.

Aris memaksakan kehendak pada fragmen tersebut, menulis ulang label sistemnya. Nama 'Aris' yang tadinya berstatus 'Anomali: Hapus' kini berkedip, berubah menjadi 'Penyintas Prioritas Rendah'. Gerbang transisi di depannya mulai terbuka dengan suara logam yang berderit. Aris melangkah masuk tepat saat pintu berat itu bergeser menutup, meninggalkan Vanya yang baru menyadari tipuannya di kejauhan. Di balik gerbang, Lantai 3 menanti—lebih gelap, lebih mematikan, dan jauh lebih tinggi.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced