Chapter 4
Timer di sudut pandang Aris berkedip merah darah: 07:30. Detak jantungnya beradu dengan deru mesin lantai dua yang mulai tidak stabil. Aris tidak sedang berlari; dia sedang mencoba melarikan diri dari penghapusan eksistensi.
Di belakangnya, koridor Rute Terlarang bergetar. Sensor keamanan Menara telah mengunci frekuensi energinya. Aris bukan lagi sekadar penyintas; dia adalah Anomali yang terdaftar di papan skor publik. Setiap langkah yang ia ambil meninggalkan jejak data yang bisa dilacak oleh Vanya.
Peringatan: Integritas data menurun. Sisa waktu penghapusan: 14 menit.
Aris menekan luka di lengannya, tempat pelacak parasit tertanam. Dia tidak bisa membuangnya tanpa memicu alarm kematian instan. Satu-satunya jalan adalah membanjiri sistem dengan noise data. Dia menarik fragmen memori yang ia dapatkan dari Kael—sebuah artefak dingin yang terasa seperti logam tajam di dalam kesadarannya. Dengan satu gerakan kasar, ia menyuntikkan fragmen itu ke antarmuka sistemnya.
Sistem berteriak. Aris tersungkur, penglihatannya dipenuhi kode biner yang meluruh. Dia tidak mencoba memperbaiki sistem; dia meretasnya untuk menciptakan 'zona mati'. Selama sepuluh detik, sensor di koridor ini akan buta. Itu adalah harga yang harus ia bayar: sebagian dari memori jangka pendeknya dikorbankan untuk menutupi jejak.
Di sisi lain gerbang, Vanya berdiri dengan tatapan tajam. Di depannya, hologram akses berkedip merah. Dua pengawal elit berjaga, senjata mereka berdengung statis.
"Sistem, buka log akses terenkripsi di sektor ini," perintah Vanya. Suaranya datar, namun penuh otoritas yang menekan.
Akses ditolak. Otoritas pengguna tidak mencukupi, jawab sistem.
Vanya menyipitkan mata. Dia mengeluarkan pemindai energi. Residu data yang tertinggal di udara tidak wajar—terlalu rapi untuk sebuah kesalahan sistem. Jauh di pasar gelap, Kael memantau Vanya melalui layar buram. Dia tahu Vanya mendekati kebenaran. Kael meretas jalur komunikasi internal dan menyuntikkan data palsu: Anomali terdeteksi di Sektor 7.
Vanya terdiam saat melihat notifikasi itu. Wajahnya mengeras. "Tutup seluruh akses lantai ini. Apapun yang ada di dalam, jangan biarkan keluar hidup-hidup."
Di dalam labirin yang mulai runtuh, Aris merasakan dinding-dindingnya meluruh menjadi partikel data. Dia mencapai persimpangan utama, di mana sebuah sentinel mekanis tingkat tinggi menjaga gerbang puncak. Aris tidak punya waktu untuk bersembunyi. Dia menyentuh retakan di dinding sistem, memicu rasa sakit yang luar biasa saat ia memaksa masuk.
Cahaya biru meledak dari tangannya, melumpuhkan sentinel dalam satu hentakan data. Aris berhasil menembus puncak lantai, namun sistem tidak memberinya waktu untuk bernapas.
Peringatan: Hutang nyawa berkurang 15%. Misi baru dimulai: Mencapai puncak lantai berikutnya dalam waktu 03:45 menit. Kegagalan berarti penghapusan permanen.
Aris menatap papan skor. Peringkatnya meroket, namun label 'Anomali' kini bersinar lebih terang. Dia telah selamat, namun dia baru saja menggali lubang yang lebih dalam. Di sela-sela data yang ia retas, ia menemukan fragmen memori yang tidak sengaja terbawa—sebuah potongan data yang mengungkap bahwa peringkat elit yang selama ini diagungkan hanyalah sebuah kebohongan terstruktur. Menara ini tidak sedang mendaki; ia sedang dipanen. Aris menatap gerbang lantai berikutnya yang mulai terbuka, menyadari bahwa pendakian ini bukan lagi tentang bertahan hidup, melainkan tentang menghancurkan sistem dari dalam.