Novel

Chapter 2: The Visible Gain

Aris berhasil mencapai Lantai 2 melalui rute terlarang, namun tindakannya memicu alarm sistem yang melabelinya sebagai 'Anomali'. Di bawah ancaman penghapusan data, ia terpaksa menukar data hasil peretasan dengan Kael untuk mendapatkan perlindungan informasi. Bab ini berakhir dengan konfrontasi tidak langsung di mana Vanya mulai mencurigai adanya peretasan sistem, sementara Aris berhasil menyembunyikan identitasnya di papan skor publik dengan statistik yang tetap mencurigakan.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

The Visible Gain

Suara dengung mekanis yang menusuk gendang telinga menyambut Aris saat ia menapakkan kaki di Lantai 2. Ini bukan lantai yang seharusnya ia masuki. Lorong ini steril, dingin, dan dipenuhi deretan pilar obsidian yang memancarkan cahaya biru redup—sebuah kemewahan yang biasanya hanya dinikmati oleh para elit. Namun, alih-alih disambut hadiah kenaikan level, sebuah notifikasi berwarna merah darah memenuhi retina Aris: [PERINGATAN: ANOMALI TERDETEKSI. AKSES ILEGAL DITEMUKAN. PROSEDUR PEMBERSIHAN AKTIF.]

Di langit-langit ruangan, papan skor digital besar yang biasanya menampilkan peringkat penyintas kini berkedip liar. Namanya, 'Aris', tercetak di urutan terbawah dengan statistik yang berantakan: [??/??/??]. Status 'Anomali' terpampang jelas, sebuah label yang bagi Sistem berarti satu hal: penghapusan permanen. Ia bisa merasakan getaran di bawah kakinya; lantai itu mulai merekonfigurasi tata letaknya untuk memburu penyusup. Jika ia tidak segera menyembunyikan jejak digitalnya, tim keamanan menara akan tiba dalam hitungan menit.

"Kau berisik sekali saat menerobos, Bocah," sebuah suara serak memotong keheningan. Kael muncul dari balik bayang-bayang pilar, matanya yang tajam menelusuri setiap inci tubuh Aris dengan kelaparan seorang predator.

Aris mencengkeram dadanya. Sistem rusaknya berdenyut, menuntut konversi fragmen memori yang ia curi menjadi statistik fisik. Jika ia tidak segera mengubah data mentah itu menjadi kekuatan, sistem akan menghapus eksistensinya sebagai beban data yang korup.

"Informasi yang kau berikan hampir membunuhku," desis Aris, menahan rasa sakit yang merobek sarafnya. Ia bisa merasakan otot-ototnya memadat, sebuah kenaikan level paksa yang menyakitkan. Ia menyerahkan segenggam data sampah hasil enkripsi sistemnya kepada Kael. "Ini bagianmu. Sekarang minggir."

Kael menyeringai, menerima data itu tanpa curiga. "Kau baru saja membuka rute yang bahkan elit seperti Vanya tidak tahu keberadaannya. Jangan mati dulu, Aris. Menara menyukai pertunjukan yang berdarah."

Aris tidak menanggapi. Ia berbalik dan berlari menuju Pusat Kendali, namun langkah kakinya terhenti. Di balik pilar beton, Vanya muncul. Sang elit peringkat atas itu memegang detektor yang memancarkan denyut oranye, memindai setiap sudut ruangan.

"Data ini tidak masuk akal," gumam Vanya dingin, berhenti tepat di depan pilar tempat Aris bersembunyi. "Seseorang baru saja membuka jalur yang seharusnya sudah terkunci secara permanen. Tidak mungkin ada penyintas peringkat rendah yang memiliki kapasitas memori untuk melakukan peretasan tingkat ini."

Aris menahan napas. Ia menggunakan sisa energi sistemnya untuk memanipulasi papan skor secara masif, menutupi jejaknya dengan memalsukan data peringkat pemain lain di dekatnya. Papan skor publik berkedip, menampilkan nama Aris di urutan terbawah dengan statistik anomali yang tak terbaca. Vanya menatap papan skor tersebut, matanya menyipit penuh curiga, sementara Aris tahu bahwa ini hanyalah awal dari perburuan.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced