Novel

Chapter 9: Ujian Publik di Zona Waktu

Kael memenangkan ujian publik di Lantai Empat dengan memanfaatkan fragmen memori curian untuk meretas gravitasi arena. Kemenangan ini melambungkan peringkatnya ke 492, namun memicu penguncian sistem yang memaksa Kael melarikan diri melalui rute rahasia menuju Lantai Lima saat Sera dan pasukannya mengepung.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Ujian Publik di Zona Waktu

Mesin ekstraksi memori di Lantai Empat meledak, bukan dengan suara dentuman, melainkan jeritan frekuensi tinggi yang merobek gendang telinga. Kael terhuyung, paru-parunya terasa terbakar oleh residu energi biru yang ia serap paksa. Di depannya, pilar-pilar penyangga gedung retak, memuntahkan percikan listrik yang menyambar lantai logam. Ia tidak punya waktu untuk meratapi keluarga yang namanya pun telah lenyap dari ingatannya. Yang tersisa hanyalah detak jantung yang kini sinkron dengan irama jam sistem di balik matanya: 16 tahun, 7 bulan, 29 hari.

"Berhenti, Anomali!" Suara Sera membelah kekacauan. Pengawas Sektor itu melangkah keluar dari tirai asap, jubah peraknya berkibar tenang di tengah reruntuhan. Di belakangnya, belasan pasukan elit dengan senjata pemancar gravitasi membidik Kael. Kael melirik papan peringkat publik yang melayang di udara. Namanya meroket ke peringkat 482. Setiap detik ia berdiri di sini, sistem menara memperbarui data kekuatannya, membuat posisinya semakin mencolok.

"Kau mencuri fragmen memori yang bukan milikmu," lanjut Sera, suaranya dingin. "Itu adalah hukuman mati. Serahkan fragmen itu atau kau akan dihapus dari catatan lantai ini secara permanen." Kael merasakan panas menjalar di lengannya—efek samping dari fragmen yang ia paksa masuk ke dalam sistemnya. Ia tidak menyerah. Ia memanfaatkan tabir asap dari ledakan mesin untuk melakukan dash instan, menggunakan sisa umurnya sebagai bahan bakar untuk menembus barikade pertama.

Sera tidak membiarkannya pergi. Arena Ujian Sektor 4 seketika terkunci. Gravitasi waktu di dalam arena berubah drastis, membuat setiap gerakan Kael terasa berat, seolah ia sedang berenang di dalam merkuri. "Ujian publik," gumam Sera dari balkon. "Jika kau ingin peringkat, buktikan nilaimu di bawah tekanan gravitasi waktu. Jika kau gagal, sistem akan mengonsumsi sisa umurmu sebagai denda."

Kael tidak punya pilihan. Ia memanggil fragmen memori biru yang ia serap. Energi dingin itu mengalir ke sarafnya, memicu glitch pada hukum lantai. Saat Sera memerintahkan pasukan elit untuk menembak, Kael memicu fragmen tersebut. Waktu di sekitarnya melambat, memberikan celah sepersekian detik baginya untuk bermanuver. Ia melesat, memotong jarak, dan melancarkan serangan telak pada titik lemah sistem di arena. Ledakan energi biru menghancurkan proyektil gravitasi Sera dan melambungkan peringkat Kael ke posisi 492—sebuah anomali yang memaksa sistem menara untuk melakukan kalibrasi ulang secara paksa.

Di ruang kendali, Sera menatap layar yang berkedip merah: Akses Ditolak. Memori Menara Terkunci. Ia menyadari bahwa tindakan Kael telah meretas arsitektur lantai itu sendiri. "Kunci seluruh sektor!" perintahnya, namun terlambat. Kael telah menemukan celah biner pada gerbang menuju Lantai Lima—sebuah rute rahasia yang tidak terdaftar di peta resmi. Dengan napas terengah dan sisa umur yang terus berkurang, Kael menempelkan tangannya ke dinding gerbang. Energi mentah mengalir, membuka pintu yang seharusnya mustahil ditembus. Kael melangkah masuk tepat saat Sera dan pasukannya mendobrak masuk, menatap punggung Kael yang menghilang ke ambang pintu menuju Lantai Lima, meninggalkan kekacauan sistem yang kini berada di ambang keruntuhan total.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced