Novel

Chapter 8: Pilihan Pecundang

Kael menyusup ke zona inkubasi Lantai Empat, mencuri fragmen energi dari mesin ekstraksi memori, dan memicu kekacauan publik yang melambungkan peringkatnya sekaligus menarik perhatian langsung Sera.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Pilihan Pecundang

Detik jam di pergelangan tangan Kael berdetak seperti palu godam. Sisa umur: 16 tahun, 7 bulan, 29 hari. Angka itu bukan sekadar statistik; itu adalah napasnya yang dicuri Menara. Di depannya, zona inkubasi Lantai Empat membentang—sebuah pabrik memori yang dingin, di mana cahaya neon biru menyinari lima tawanan yang terikat di atas altar besi. Mesin ekstraksi di tengah ruangan meraung, menyedot inti jiwa mereka menjadi kristal energi murni.

Kael meringkuk di balik pilar logam, merasakan getaran mesin yang merambat ke tulang belakangnya. Jika ia membiarkan mesin itu bekerja, ia akan tetap aman dalam bayang-bayang. Namun, fragmen energi biru di pusat mesin itu adalah kunci untuk menembus batasan Tier-1 yang selama ini mengurungnya.

"Data peringkatmu anomali, Kael," sebuah suara dingin membelah kesunyian.

Sera berdiri di pintu masuk sektor, seragam pengawasnya yang kaku tampak kontras dengan debu lantai empat. Matanya yang tajam memindai Kael, mengabaikan para tawanan yang sekarat. "Sistem mendeteksi lonjakan energi yang mustahil bagi pekerja rendahan. Serahkan fragmen yang kau curi, dan aku akan menjamin keselamatanmu dari eksekusi."

Kael tahu itu jebakan. Jika ia menyerah, ia akan berakhir di altar itu, memori dan hidupnya dikuras untuk pasukan elit Sera. Ia memanipulasi antarmuka sistemnya, memicu glitch paksa pada data publiknya. Papan peringkat di udara berkedip, menampilkan angka yang memudar: Tier 1, Peringkat 4.902.

"Aku hanya penyintas yang beruntung, Pengawas," jawab Kael, menatap lurus. Sera menyipitkan mata, keraguan sesaat melintas di wajahnya—celah yang cukup bagi Kael untuk bergerak.

Kael tidak menunggu. Ia menerjang ke arah mesin ekstraksi. Tangannya menyentak kabel inti dengan kasar. Begitu fragmen energi biru berpindah ke genggamannya, sistemnya menjerit, menyerap energi murni yang membakar jalur sarafnya. Mesin ekstraksi raksasa itu meraung liar, menciptakan korsleting hebat yang membebaskan para tawanan sekaligus memicu alarm keamanan menara.

Alarm melengking, memekakkan telinga. Kael menekan tombol overclocking, mengorbankan sisa umurnya demi kecepatan. Tubuhnya terasa ringan, hampir tidak menyentuh lantai saat ia berlari menuju Exit Gate. Di papan peringkat publik, namanya melesat naik: 4.982... 3.500... 1.200... 500. Setiap lonjakan peringkat membuat sensor dinding bereaksi, mengunci target pada keberadaan energinya.

Di ujung lorong, Sera muncul, belati energi sudah berpendar di tangannya. "Kau bukan hanya mencuri memori, Kael. Kau merusak pondasi lantai ini," desis Sera. Kael berdiri di ambang pintu menuju lantai lima, napasnya memburu. Ia kini buronan paling dicari di menara, dengan kekuatan yang baru saja ia curi, dan sebuah pilihan moral yang baru saja menghancurkan masa depannya sendiri.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced