Novel

Chapter 10: Fragmen Memori yang Terbuka

Kael berhasil meretas gerbang Lantai Empat dengan mengorbankan sisa umurnya, mengungkap kebenaran bahwa Sera adalah putri arsitek menara. Ia berhasil naik ke Tier 2 dan membuka akses menuju Lantai Lima saat dikejar oleh pasukan pengawas.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Fragmen Memori yang Terbuka

Alarm menara melengking, memecah kesunyian koridor teknis Lantai Empat. Kael berlari, napasnya memburu di antara dentuman logam yang beradu. Di dadanya, fragmen memori biru yang ia curi berdenyut, mengirimkan sengatan listrik yang membakar saraf. Sistem rusaknya berkedip merah: [-30 detik/umur per detik aktivasi]. Sisa umurnya—16 tahun, 7 bulan, 29 hari—terkikis nyata, menjadi harga yang harus dibayar untuk setiap langkah pelarian.

"Target anomali terdeteksi! Kunci sektor empat!" Suara Sera menggema melalui pengeras suara, dingin dan mutlak.

Kael tidak menoleh. Ia tahu Sera berada tepat di belakangnya, memimpin pasukan pengawas yang siap menghapus keberadaannya. Saat ia berbelok ke lorong buntu, fragmen memori di dadanya meledak menjadi visualisasi simulasi. Kael tersungkur, otaknya dipaksa memproses kebenaran yang mengerikan: Menara bukan tempat pendakian, melainkan mesin penguras kehidupan yang dibangun di atas fondasi tulang ribuan pendaki.

Di ujung koridor, Sera muncul, seragamnya bersih tanpa noda di tengah kekacauan yang Kael picu. Belati energinya berdengung, membelah udara. "Berhenti, Kael. Kau tidak bisa melangkah lebih jauh. Jika kau membawa fragmen itu melewati gerbang, seluruh struktur lantai ini akan runtuh."

Kael berdiri, menatap mata Sera yang memancarkan keraguan sesaat. "Kau bukan penjaga ketertiban, Sera. Kau adalah anjing penjaga bagi arsitek yang memanen nyawa kita."

Tanpa menunggu jawaban, Kael menempelkan telapak tangannya ke panel gerbang yang mati. Ia mengaktifkan protokol 'Celah Sistem'. Pengorbanan: 1 tahun sisa umur. Rasa sakit yang tajam menghantam jiwanya, seolah-olah sebagian dari dirinya dicabut paksa. Gerbang itu berderit, segel merahnya berubah menjadi biru pucat yang tidak stabil.

Sera terbelalak, mundur selangkah saat energi anomali mulai merobek realitas di sekitar gerbang. "Kau gila! Itu akan membunuhmu!"

Kael melompat ke dalam celah sistem, sebuah ruang di antara lantai yang tidak seharusnya ada. Sistemnya menjerit: Peringatan: Stabilitas ruang kritis. Konsumsi umur: 2 tahun per menit. Di dalam ruang hampa itu, visi lengkap terungkap: Sera adalah putri arsitek menara. Ia tidak menjaga ketertiban; ia sedang memastikan mesin pemanen itu terus berputar demi warisan keluarganya.

Kael memanen energi dari celah itu sendiri, menyerap sisa-sisa waktu yang terbuang dari mesin yang rusak. Peringkatnya melonjak ke 350, Tier-nya naik ke level 2 dengan ledakan energi yang menghancurkan dinding koridor. Gerbang Lantai Lima meledak terbuka di hadapannya.

Di belakangnya, Sera memimpin pasukan pengawas yang mulai menembus celah. Kael menatap jalan pintas yang ia temukan—satu-satunya rute yang tersisa sebelum Menara meruntuhkan seluruh akses. Ia harus melompat ke dalam kegelapan celah yang terus runtuh, atau mati di tangan sang Pengawas. Kael mengambil napas terakhir, memantapkan langkah, dan melompat ke ambang pintu menuju Lantai Lima.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced