Novel

Chapter 6: Gerbang yang Menutup

Kael berhasil menembus gerbang lantai empat dengan mengorbankan sisa umurnya, namun ia mendapati dirinya terjebak di zona latihan elit menara. Ia kini kehilangan memori pribadinya dan menjadi target utama pasukan khusus.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Gerbang yang Menutup

Tekanan di ambang lantai empat tidak lagi berbentuk udara, melainkan gravitasi yang memadat. Kael terjerembap, lututnya menghantam kisi-kisi logam lantai dengan suara dentuman yang memekakkan telinga. Di retinanya, angka sisa umur berkedip merah: 21 tahun, 10 bulan. Harga yang ia bayar untuk menghapus jejak digitalnya dari deteksi pusat bukan sekadar angka; itu adalah lubang menganga di ingatannya. Ia tahu ia memiliki ibu dan adik, namun saat ia mencoba memanggil wajah mereka, yang ada hanyalah kabut abu-abu yang dingin.

Sera berdiri sepuluh meter di belakangnya, langkahnya tenang, ritmis, dan mematikan. Di sekelilingnya, pasukan pembersihan menara telah mengunci koridor dengan Gravitasi Waktu. Partikel debu di udara membeku, menciptakan ilusi dunia yang berhenti berputar.

"Anomali terdeteksi," suara Sera bergema, datar namun penuh otoritas. "Kael, kau bukan lagi sekadar pekerja rendahan yang terlilit utang. Kau adalah cacat sistem yang harus dihapus."

Kael tidak menjawab. Ia menatap gerbang lantai empat yang mulai menyusut. Iris cahaya biru itu perlahan menutup, menyisakan celah yang hanya cukup untuk satu tubuh. Sistem memberikan peringatan: Sisa waktu: 04:58.

Kael memicu fragmen memori yang ia serap di lantai dua. Peta rute rahasia itu muncul di benaknya, menunjukkan bahwa lantai empat bukan sekadar level baru, melainkan pusat pemrosesan energi yang lebih tinggi. Ia tidak punya pilihan. Ia mengaktifkan sistem rusaknya, mengorbankan dua bulan sisa umurnya untuk memicu ledakan energi balik yang akan mengacaukan sensor penjaga gerbang.

Ledakan itu meledak tepat di depan penjaga mekanis tanpa wajah. Saat konstruksi itu terhuyung, Kael meluncur, tubuhnya menembus celah sempit tepat sebelum gerbang itu menghilang sepenuhnya.

Ia mendarat di lantai logam lantai empat dengan napas tersengal. Keheningan menyambutnya, hanya dengung frekuensi rendah yang membuat gendang telinganya bergetar. Sistem berkedip: Tier 1 tercapai. Sisa Umur: 21 tahun, 8 bulan.

Kael bangkit, namun ia membeku. Di balik pilar kristal besar, sekelompok elit dengan jubah sutra menara sedang melakukan simulasi tempur. Gerakan mereka tajam, efisien, dan mematikan. Mereka tidak sekadar berlatih; mereka sedang mengasah insting untuk berburu anomali seperti dirinya. Kael menyadari dengan ngeri bahwa lantai empat adalah zona inkubasi bagi pasukan khusus yang ditugaskan untuk menghapus siapa pun yang melanggar hukum sistem. Ia bukan lagi penyintas; ia adalah target utama di sarang predator yang paling mematikan.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced