Harga dari Sebuah Kenaikan
Napas Kael tersengal, pendek dan tajam. Di depan matanya, layar sistem yang tembus pandang berkedip merah: Sisa Umur: 22 Tahun, 4 Bulan, 12 Hari. Lima tahun. Harga yang ia bayar untuk kenaikan Tier 1 terasa nyata saat ia mencoba berdiri. Kakinya gemetar, otot-ototnya menolak perintah, namun gerbang sektor lantai dua mulai berderit menutup. Di belakangnya, gema langkah sepatu bot berat milik tim patroli Sera mendekat. Setiap detak jantung Kael terasa seperti hitung mundur menuju eksekusi.
"Anomali energi terdeteksi di Sektor 7-B," suara dingin Sera membelah kesunyian lorong. "Kunci semua akses. Jangan biarkan tikus itu keluar dari rotasi ini."
Kael tidak punya waktu untuk memikirkan keadilan. Jika ia tertangkap, sistem Menara akan menghapus datanya sebagai 'sampah sistem'. Ia melirik rute rahasia yang ia temukan—sebuah celah sempit di balik pipa ventilasi utama yang tidak terdaftar di peta publik. Ia melompat ke celah tersebut tepat saat gerbang utama tertutup rapat di belakangnya.
Udara di lantai dua terasa lebih berat, berbau ozon dan logam yang terbakar. Kael terengah-engah, memegangi dadanya yang berdenyut tidak wajar. Aturan lantai ini—'Hukum Napas'—mulai menekan. Setiap tarikan napas terasa seperti menghirup jarum. Jika dia bernapas terlalu cepat, detektor sensorik menara akan menandainya sebagai anomali energi ilegal.
Ting. Notifikasi sistem muncul: [Tugas: Sinkronisasi Energi - Selesaikan dalam 180 detik atau status Tier 1 akan dicabut.]
Kael menatap papan peringkat hologram yang melayang di persimpangan jalan. Namanya belum ada, tapi posisi Sera berada di puncak. Jika dia tidak segera melakukan aksi, dia akan kembali menjadi pecundang. Ia melihat seorang pekerja elit yang terkapar di dekatnya karena kelelahan. Sistem rusaknya memberikan opsi yang tidak seharusnya ada: [Curi Slot Misi: Mengonversi sisa waktu misi target menjadi energi cadangan Anda.] Tanpa ragu, Kael menekan perintah itu, merasakan aliran energi dingin mengalir ke pembuluh darahnya, menutupi jejak energinya sendiri dari sensor Menara.
Namun, ketenangan tidak bertahan lama. Lampu neon lantai dua berkedip liar, memancarkan spektrum biru yang menyakitkan mata. Kael menyandarkan punggungnya pada pilar beton di sudut Arena Uji Coba. Sera berdiri di tengah arena, matanya menyapu kerumunan dengan pemindaian termal yang dingin.
"Sektor 4, periksa kembali sinkronisasi energi," suara Sera bergema. "Ada anomali yang tidak tercatat. Jika kalian tidak menemukan sumbernya, seluruh penghuni sektor ini akan dikunci di luar rotasi."
Kerumunan elit mulai bersorak, menuntut tindakan. Kael melangkah maju ke zona registrasi. Saat telapak tangannya menyentuh altar verifikasi, sistemnya bergetar liar. Ia berhasil menyamar, namun ia menyadari bahwa ia tidak bisa terus bersembunyi. Dengan sisa tenaga, ia menyelinap ke koridor sempit di balik arena. Di sana, ia menemukan artefak visual yang rusak—sebuah fragmen memori Menara. Kael menyentuhnya, dan otaknya dibanjiri visual kasar ribuan manusia yang disaring menjadi energi untuk mempertahankan struktur lantai agar tetap stabil. Menara ini bukan ujian; ini adalah tempat jagal.
[PERINGATAN: Anomali Energi Terdeteksi. Pengawas Sektor (Sera) mendekat dalam 120 detik.]
Kael menatap jalan keluar yang sempit di hadapannya. Ia kini memegang kebenaran yang bisa menghancurkan Menara, namun ia hanya memiliki dua menit sebelum Sera menemukannya. Ia harus memilih antara menyembunyikan diri dalam bayang-bayang atau mengambil risiko besar demi sumber daya untuk melampaui batas lantai ini.