Novel

Chapter 11: Puncak yang Terungkap

Aris berhasil mencapai inti menara, melumpuhkan akses Kael, dan mencabut status elit Liora sebelum akhirnya memilih untuk menghancurkan sistem pemanenan energi menara, membuka jalan menuju dunia luar.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Puncak yang Terungkap

Layar retina Aris berkedip merah. Energi Vital: 7,8%. Setiap detak jantung terasa seperti tarikan paksa pada sumsum tulang. Di belakangnya, pintu baja rute rahasia bergetar hebat akibat hantaman pasukan Liora. Aris tidak punya waktu untuk menoleh. Ia menempelkan telapak tangan ke panel inti yang dingin, membiarkan sistem rusaknya menyuntikkan fragmen data 'Penjara' ke dalam jantung menara.

"Aris! Berhenti!" Suara Liora melengking, penuh keputusasaan seorang bangsawan yang kehilangan kendali. "Kau tidak tahu apa yang kau lakukan! Menara ini adalah fondasi stabilitas!"

Aris menyeringai, meski darah mengalir dari sudut bibirnya. "Stabilitas bagi kalian, penjara bagi kami."

Gerbang inti berdesis terbuka. Aris tersedot ke dalam ruang hampa yang berpendar biru pucat. Di pusat ruangan, sebuah kristal raksasa berdenyut, memanen esensi vital dari ribuan pendaki di bawah. Tiba-tiba, proyeksi holografik Kael muncul di atas konsol, wajahnya angkuh dan licin.

"Serahkan otoritas itu, Aris," ujar Kael. "Aku akan memutus siklus ini dan memberimu kebebasan. Kau tidak perlu mati sebagai baterai."

Aris merasakan tarikan paksa pada jiwanya—Kael mencoba meretas koneksinya. Aris tidak membalas dengan pertahanan, melainkan serangan balik. Ia memicu lonjakan energi yang membalikkan aliran data langsung ke jantung pertahanan Kael. Hologram Kael berkedip tidak stabil, terdistorsi oleh jeritan data sebelum akhirnya padam. Kael terputus.

Liora menerjang masuk, armornya retak, matanya berkilat penuh amarah. "Kau tikus sistem! Serahkan kendali itu!"

Aris tidak melawan secara fisik. Ia menyentuh permukaan kristal, membiarkan sistem rusaknya mengalirkan fragmen data 'Penjara' ke inti pusat. "Peringkatmu, Liora. Itu hanyalah angka yang dipanen dari penderitaan orang lain."

Sistem merespons. Status elit Liora dicabut seketika. Liora jatuh berlutut, kehilangan perlindungan energinya saat sistem menolak otoritasnya. Aris berdiri di depan konsol utama. Layar holografik menampilkan dua pilihan: Administrator Baru Terdeteksi. Pilih: Kendalikan Menara (Memanen Energi) atau Hancurkan Menara (Membebaskan Sumber Daya).

Aris menatap tangannya yang bergetar. Menjadi Administrator berarti kekuasaan absolut, namun ia memilih untuk menghancurkan batasan itu selamanya. Ia menekan perintah penghancuran. Fondasi menara bergetar hebat, retakan cahaya muncul di dinding-dinding digital. Saat menara mulai runtuh, sebuah tangga baru menuju dunia luar muncul dari balik reruntuhan data. Aris melangkah keluar, menyadari bahwa permainan sesungguhnya baru saja dimulai.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced