Menembus Batas Mustahil
Alarm sistem melengking, memecah kesunyian Balai Lelang yang kini berubah menjadi zona merah. Aris tidak menoleh. Di tangannya, kunci perak bergetar, memancarkan resonansi dingin yang merambat hingga ke tulang belakang. Energi vitalnya berkedip di angka 8%—peringatan kritis yang membuat pandangannya sesekali kabur oleh bayang-bayang statis.
"Aris, kau tidak bisa lari dari protokol otoritas!" Suara Liora menggema melalui pengeras suara ruangan, tajam dan penuh otoritas. Di balik barikade laser yang mulai retak, drone keamanan Liora menyapu area dengan sinar pemindai merah. Tanpa ragu, Aris memicu ledakan energi sisa pada fragmen memori 'Penjara'. BOOM. Gelombang distorsi data meledak dari tubuhnya, menciptakan glitch masif yang membekukan drone-drone di udara. Layar raksasa Balai Lelang berkedip liar, menampilkan kode-kode error yang terbaca jelas oleh Aris sebagai peta menuju lantai atas. Ia berlari kencang, melewati kerumunan bangsawan yang panik, setiap langkahnya terasa seperti menembus dinding kaca yang tebal.
Ia tiba di ambang pintu gerbang lantai atas yang terlarang. Cahaya biru berdenyut tidak stabil, memuntahkan sisa-sisa data korup yang membuat kulit Aris terasa seperti tersengat ribuan jarum mikro. Di belakangnya, suara langkah kaki berat para penjaga elit Liora mulai mendekat. Mereka tidak lagi mencari pencuri; mereka berburu anomali. Aris menekan kunci perak itu ke celah gerbang. Bukannya membuka pintu fisik, kunci itu justru meleleh, menyatu dengan struktur data gerbang. Seketika, realitas di depan matanya terbelah. Dinding batu menara meluruh, digantikan oleh jalinan kode bercahaya yang dingin dan tak berujung.
Sistem di dalam kepalanya menjerit, memberikan notifikasi merah yang menyilaukan: [Peringatan: Akses Ilegal Terdeteksi. Menara melakukan pembersihan data.] Aris tidak mundur. Ia melihat aliran energi yang mengalir di sepanjang dinding data tersebut. Jika menara adalah penjara, maka ini adalah celah di jerujinya. Saat ia melangkah masuk, Liora muncul di ujung lorong, langkahnya anggun namun penuh aura pembunuh.
"Kau pikir kunci itu akan menyelamatkanmu?" Liora mengangkat tangan, memicu gelombang tekanan gravitasi yang membuat lantai di bawah kaki Aris retak. "Kau hanya akan mati di dalam ruang hampa, Aris!"
Aris tidak menoleh. Ia menancapkan Kunci Perak ke udara, memaksa sistem menara melakukan sinkronisasi paksa. Getaran dahsyat mengguncang seluruh struktur menara. Papan peringkat publik yang selama ini membeku, tiba-tiba memuat ulang. Nama Aris melesat naik, memicu alarm di seluruh sektor, memaksa para elit menatap layar dengan kengerian yang nyata. Ia telah menembus batas. Namun, tepat saat gerbang perak itu melengking menutup, mengunci Liora di luar, notifikasi dingin muncul di retinanya.
[Peringatan: Lokasi Anda telah terdeteksi oleh entitas eksternal.] [Sinyal koordinat rute rahasia: DIBOCORKAN.] [Pengirim: Kael]
Aris mencengkeram dadanya. Kael, satu-satunya pemandu yang ia percaya, telah menjual koordinat rute ini kepada Liora. Di hadapannya, lantai atas yang megah terbentang, namun di balik cakrawala yang indah itu, pasukan Liora mulai muncul di ufuk, siap memanen nyawanya.