Novel

Chapter 8: Lelang Kekuatan

Aris berhasil menyusup ke Balai Lelang dengan memanipulasi sensor keamanan menggunakan fragmen data 'Penjara'. Ia memanipulasi sistem lelang untuk memenangkan kunci akses sektor atas dengan harga satu kredit, memicu kekacauan massal sebelum melarikan diri ke lantai atas di depan mata Liora.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Lelang Kekuatan

Sensor biometrik di gerbang Balai Lelang Sektor Menengah berdenyut merah. Aris berdiri di ambang deteksi, napasnya tertahan. Energi vitalnya kini tersisa 11,8%—angka yang berkedip merah di sudut pandang sistemnya, menandakan ancaman kegagalan organ jika ia memaksakan diri lebih jauh.

"Identitas tidak terdaftar," suara mekanis sistem keamanan bergema. Dua penjaga zirah perak mendekat, tangan mereka sudah bertumpu pada gagang senjata energi.

Aris tidak punya waktu untuk berdebat. Ia memejamkan mata, memanggil fragmen memori 'Penjara' yang ia curi dari rute terlarang. Ia tidak mencoba meretas; ia menyuntikkan data mentah tersebut langsung ke alur logika sensor. Sistem bergetar. Cahaya merah yang semula stabil mendadak berkedip liar, memproyeksikan kode-kode rusak. Di mata sistem, Aris bukan lagi anomali; ia terbaca sebagai 'Data Pemeliharaan Sistem'.

"Akses diberikan. Mohon maaf atas kendala teknis," suara itu melunak. Aris melangkah masuk, mengabaikan tatapan curiga para elit yang mengenakan jubah sutra sintetis.

Di tengah aula, artefak berbentuk kunci perak—kunci akses menuju lantai atas—dipamerkan di atas panggung. Harga penawaran awal melonjak drastis, memicu desas-desus di antara para bangsawan. Aris mengamati layar transparan di depannya. Utang keluarganya yang belum lunas sudah menjadi beban, dan sisa tabungannya di akun sistem tidak akan cukup untuk membeli sepotong roti, apalagi tiket menuju kebebasan.

"Kunci itu akan jatuh ke tangan Liora dalam tiga putaran lagi," bisik Kael di sampingnya. Matanya yang licik bergerak gelisah. "Dia sudah menyiapkan kredit cadangan untuk memastikan tidak ada yang berani menawar."

Aris tidak menjawab. Ia memfokuskan pikirannya pada 'Sistem Rusak' miliknya. Ia tidak bisa melawan elit dengan kekuatan fisik; ia harus menyerang fondasi ekonomi mereka. Dengan satu perintah mental, ia mengalihkan sisa energi vitalnya untuk melakukan deep-scan pada algoritma lelang yang mengendalikan fluktuasi harga.

Saat jarum jam digital di antarmukanya berdetak menuju angka nol, Aris melakukan langkah nekat. Ia mengaktifkan overclocking pada sistem lelang, memaksa antarmuka Balai Lelang untuk membaca fragmen data 'Menara sebagai penjara' yang ia curi.

Layar besar di atas panggung berkedip hebat. Angka penawaran yang tadinya melonjak liar tiba-tiba membeku, lalu anjlok drastis ke angka satu kredit. Seluruh ruangan terdiam. Sistem keamanan Balai Lelang mengalami glitch massal.

"Satu kredit," suara sistem otomatis bergema. "Pemenang: Peserta anonim."

Liora berdiri dari kursi kehormatannya, matanya menyapu ruangan dengan ketajaman predator. "Itu dia! Tangkap dia!" serunya.

Aris tidak menoleh. Ia menyambar kunci perak itu tepat saat sensor keamanan mendeteksi kehadirannya. Alarm melengking mengguncang bangunan. Aris berlari menuju gerbang lantai atas, mengabaikan rasa sakit yang menggerogoti otot-ototnya. Saat ia memasukkan kunci itu ke slot gerbang, reaksi berantai memicu cahaya menyilaukan. Seluruh menara bergetar hebat, memaksa sistem mengakui kenaikan tier-nya. Aris melangkah masuk ke dalam gerbang yang terbuka, meninggalkan Liora yang terpaku di lantai bawah, menyaksikan sang anomali menghilang menuju lantai mustahil.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced