Fragmen Memori yang Menyesatkan
Alarm keamanan Menara meraung, frekuensi tinggi yang memekakkan telinga merobek kesunyian Sektor Bawah. Dinding logam di sekitar Aris bergetar, memancarkan cahaya merah yang berdenyut selaras dengan detak jantungnya yang melemah. Di layar retinanya, indikator energi vital berkedip liar: 15%. Garis merah itu bukan sekadar angka; itu adalah vonis mati yang menyusut setiap detik.
Aris tersungkur, napasnya tersengal. Ia menekan telapak tangan ke dinding Rute Terlarang yang masih bergetar akibat sisa koneksi paksa Kael. Sistem tidak lagi menyajikan statistik tempur, melainkan memuntahkan data mentah yang seharusnya terkubur dalam arsitektur Menara. Di depan matanya, fragmen memori kuno terurai. Ia melihat siluet ribuan pendaki yang tersedot ke lantai atas—bukan untuk menaklukkan puncak, melainkan untuk dimurnikan menjadi baterai energi bagi entitas yang mengendalikan sistem. Menara ini adalah penjara digital raksasa.
Peringatan: Integritas sistem terancam. Penghapusan memori dimulai dalam 60 detik.
Aris menggeretakkan gigi. Kael telah menjualnya, namun si pengkhianat itu tidak tahu bahwa sistem rusak yang ia curi justru menjadi gerbang bagi Aris untuk melihat kebenaran yang seharusnya terkubur. Sensasi dingin menjalar di tulang belakangnya saat data itu terunduh. Menara ini bukan tangga menuju kemuliaan; ini adalah mesin penghisap yang mengubah ambisi menjadi bahan bakar.
Lantai marmer koridor transisi bergetar hebat. Sensor keamanan mendeteksi anomali data Aris. Di ujung lorong, Liora berdiri dengan anggun, dikelilingi barisan elit yang memblokir satu-satunya rute keluar. Gerbang rotasi lantai ini mulai memudar, berubah menjadi piksel cahaya yang akan menghapus rute tersebut selamanya.
"Kau pikir bisa bermain-main dengan sistem, Aris?" suara Liora dingin, menggema di dinding logam. "Jejakmu sudah terkunci. Kau tidak akan keluar dari sini hidup-hidup."
Aris tidak menjawab. Ia memfokuskan sisa energi vitalnya ke dalam Sistem Rusak. Ia tidak mencoba melawan sensor tersebut secara konvensional. Sebaliknya, ia menginjeksikan fragmen memori penjara itu ke dalam protokol keamanan Liora. Begitu data tersebut masuk ke antarmuka elit Liora, sistem keamanan tiba-tiba berkedip merah. Pasukan di belakang Liora terdiam, mata mereka membelalak saat sistem mereka mencoba memproses data terlarang tersebut. Itu adalah pengalihan yang Aris butuhkan. Ia melompat ke arah lubang ventilasi di sisi koridor, tubuhnya terasa ringan namun sekarat.
Aris tiba di Balai Lelang Menara dengan napas tersengal. Layar antarmuka di retina matanya berkedip merah—peringatan kritis: Energi Vital 12%. Setiap detak jantung terasa seperti tarikan paksa dari inti Menara yang kelaparan. Di hadapannya, panggung utama bermandikan cahaya hologram. Lelang untuk 'Kunci Akses Sektor Atas' baru saja dimulai. Di sana, Liora berdiri di tribun VIP, matanya menyapu kerumunan dengan tatapan predator.
Aris tahu, begitu gerbang rotasi tertutup, rute ini akan musnah. Jika ia tidak mendapatkan kunci itu, ia akan terjebak di lantai ini sebagai tumbal sistem. Seorang pria berjubah kelabu—agen pasar gelap yang mewakili kepentingan elit—membuka penawaran. "Sepuluh ribu kredit," suaranya bergema di aula. Aris tidak punya kredit. Namun, ia memiliki sesuatu yang jauh lebih berharga: sepotong kode memori yang membuktikan bahwa seluruh kekayaan dan status yang diperebutkan di ruangan ini hanyalah ilusi dari sebuah penjara. Aris melangkah maju ke tengah kerumunan, menahan rasa sakit di dadanya. Lelang dimulai, dan Aris hanya punya satu kesempatan untuk merebut kunci tersebut sebelum sistem menara menghapusnya dari eksistensi.