Novel

Chapter 5: Eskalasi di Lantai Menengah

Aris berhasil meningkatkan tier-nya di tengah kepungan, namun pengkhianatan Kael mengungkap posisinya kepada Liora. Aris kini terjebak dalam jebakan yang ia buka sendiri, dengan energi vital yang kritis.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Eskalasi di Lantai Menengah

Sensasi dingin yang menusuk saraf Aris mereda, digantikan oleh denyut panas yang membakar otot lengannya. Di depan matanya, notifikasi sistem berkedip perak tajam: Tier Meningkat: E-plus.

Namun, tidak ada waktu untuk merayakan. Indikator energi vital di sudut pandang Aris merosot drastis ke angka 65%. Rasa lemas yang hebat menghantam ulu hatinya, membuat lututnya bergetar di atas lantai Jalur Memori yang berdebu.

"Dia di sana! Jangan biarkan anomali itu bergerak!"

Tiga pengawal berbaju zirah hitam milik Liora muncul dari balik pilar reruntuhan. Senjata mereka berpendar biru—tanda bahwa koordinat Aris telah terkunci. Aris menggertakkan gigi, menahan sakit akibat drainase sistem yang terus menggerogoti vitalitasnya. Dengan energi yang terkuras 2% per menit, adu tenaga kasar adalah bunuh diri. Saat pengawal pertama melompat, Aris memusatkan konsentrasi pada fragmen sistem yang baru saja ia konversi, memanipulasi gravitasi lokal di bawah kaki para pengejarnya hingga mereka tersungkur ke dalam celah lantai yang retak.

Ketegangan itu berubah menjadi dingin saat tautan komunikasi sistemnya aktif. Suara Kael terdengar, licin dan tanpa rasa bersalah.

"Evakuasi? Aris, kau terlalu naif. Data sistem rusakmu itu lebih berharga daripada nyawamu. Aku baru saja menjual koordinat posisimu kepada Liora sebagai tiket masuk ke Sektor Atas."

Aris tertegun. Tekanan asing menyerang antarmuka sistemnya; Kael tidak hanya menjual lokasinya, tapi mencoba meretas inti sistem rusak milik Aris untuk mengambil alih kendali akses rute rahasia. Tanpa ragu, Aris memutus koneksi data secara paksa. Alarm keamanan Menara meraung, mengguncang seluruh lorong.

Ia melesat ke arah labirin data kuno, menghindari sambaran energi yang menghanguskan dinding besi di belakangnya. Di tengah pelarian, ia menemukan fragmen memori berbentuk kristal cahaya yang berdenyut. Aris menyentuh kristal itu, membiarkan sistemnya mengonversi sisa energi vitalnya menjadi serangan area. Ini adalah pertaruhan hidup mati. Jika ia gagal, sistemnya akan crash. Jika berhasil, ia mendapatkan senjata untuk keluar dari jebakan ini.

Di ujung lorong, proyeksi hologram Liora muncul, melayang anggun di atas tumpukan reruntuhan. "Kau pikir rute rahasia ini akan menyelamatkanmu, Aris? Kau hanyalah bug yang akan segera dihapus."

Aris tidak membalas. Napasnya memburu, paru-parunya terasa terbakar. Ia tahu, jika ia menyerah, utang keluarganya akan menjadi beban abadi. Dengan sisa energi yang menipis, ia melakukan Breakthrough paksa pada struktur rute di balik pintu yang tersegel. Notifikasi sistem berkedip merah: Tier meningkat. Risiko kegagalan 40%. Tubuhnya berubah drastis, ototnya menegang, namun saat pintu terbuka, ia justru mendapati pasukan elit Liora sudah mengepung tepat di depan matanya. Jebakan itu sempurna; Liora telah menunggunya di titik keluar yang ia buka sendiri.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced