Kael dan Harga Sebuah Informasi
Layar antarmuka Aris berkedip merah: Energi Vital: 62%. Drain: 2%/menit.
Di dalam Jalur Memori, dinding-dinding logam bergetar, memancarkan cahaya biru pucat yang tidak stabil. Aris memaku punggungnya ke dinding, napasnya memburu. Di depannya, Kael berdiri dengan santai, sosoknya yang ramping tampak kontras dengan sisa-sisa artefak kuno yang berserakan.
"Kau kehabisan waktu, Aris," ujar Kael. Suaranya kering, tanpa simpati. "Liora sudah mengunci protokol keamanan sektor ini. Sepuluh menit lagi, sistem akan menganggapmu sebagai sampah data dan menghapus eksistensimu dari Menara."
Aris mencengkeram dadanya. Sensasi terbakar di sarafnya adalah harga dari sistem yang memaksanya bertahan di rute terlarang. "Aku butuh rute keluar, Kael. Sekarang."
Kael tertawa kecil. "Informasi adalah barang mahal. Dan kau? Kau tidak punya kredit. Tapi, kau punya sesuatu yang lebih berharga: data 'Sistem Rusak' milikmu. Berikan akses sinkronisasi padaku, biarkan aku melihat bagaimana sistemmu memanipulasi celah Menara, dan aku akan memberimu koordinat pintu keluar."
Aris menatap mata Kael yang dingin. Ini adalah jerat. Jika dia memberikan akses, Kael akan memiliki kelemahan sistemnya. Namun, suara benturan logam bergema di lorong; pasukan pengawas Liora telah tiba. Mereka mengenakan seragam hitam dengan emblem Menara yang berkilau tajam.
"Lakukan sekarang, atau aku akan menjual lokasimu kepada mereka," ancam Kael sambil menyodorkan kepingan data kristal.
Aris menyentuh kristal itu. Sinkronisasi 100%. Rasa sakit hebat menghantam kepalanya saat data mengalir keluar. Kael tersenyum puas, melemparkan peta rute tersembunyi yang menghubungkan Jalur Memori langsung ke lantai atas, melewati pos pemeriksaan Liora.
Aris tidak menunggu. Ia berlari menembus labirin data kuno yang kini mulai berubah agresif—protokol pengawasan Liora telah menyusup, mengubah lingkungan menjadi labirin mematikan. Aris menemukan bahwa fragmen memori di rute ini bisa dikonversi menjadi energi vital. Ia menyerap fragmen tersebut, memicu peningkatan tier kecil, namun tindakan ini memicu alarm yang menarik perhatian pasukan pembersih.
Di ujung rute, Aris terkepung. Gerbang darurat di depannya tersegel rapat. Tanpa pilihan lain, ia memicu kenaikan tier secara paksa. Biaya Sistem: 15% Energi Vital. Tubuhnya bergetar hebat, saraf-sarafnya seolah terbakar saat sistem mengonversi energi vital menjadi kekuatan baru. Sesaat sebelum gerbang terbuka, ia melihat Liora muncul di layar monitor, menatapnya langsung dengan ancaman yang lebih dingin dari kematian.
Sistem memberikan notifikasi akhir: 'Tier meningkat'. Tubuh Aris berubah, otot-ototnya menegang dengan kekuatan baru, namun musuh sudah mengepung di depan mata.