Novel

Chapter 3: Rute Tersembunyi di Balik Reruntuhan

Aris berhasil meloloskan diri ke rute rahasia tepat sebelum gerbang utama tertutup, namun ia kini terisolasi di jalur yang tidak terpetakan. Di tengah ancaman kehabisan energi vital, ia menerima tawaran informasi dari Kael dengan harga yang sangat mahal: akses penuh ke sistem rusaknya.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Rute Tersembunyi di Balik Reruntuhan

Jembatan gantung Sektor Bawah bergetar, melepaskan debu logam yang menyesakkan napas. Di belakang Aris, derap sepatu bot unit 'Pembersih' menghantam lantai dengan ritme eksekusi. Mereka bukan penjaga biasa; mereka adalah algojo elit yang dikirim Liora untuk menghapus anomali sistemik yang baru saja ia ciptakan.

Aris merasakan tatapan dingin sistem pengawasan Menara terkunci pada punggungnya. Target: Eliminasi.

"Jangan biarkan anomali itu mencapai gerbang rotasi!" teriak salah satu pengejar. Suaranya memantul di dinding reruntuhan yang mulai bergeser, menutup akses jalan keluar.

Energi vital Aris berdenyut lemah, menyisakan sensasi terbakar di dadanya. Kenaikan tier tadi pagi telah menguras 15% dari cadangan tenaganya. Setiap napas terasa seperti menelan serpihan kaca, namun ia tidak punya pilihan. Jika ia berhenti, utang 200 kredit keluarganya akan menjadi warisan abadi bagi adiknya.

Antarmuka sistemnya berkedip merah: Rute Rahasia: Akses Terbuka. Waktu tersisa: 45 detik.

Di ujung jembatan, gerbang utama menuju level menengah mulai menutup dengan suara gemuruh hidrolik yang berat. Para Pembersih mempercepat langkah, senjata energi mereka berpendar biru pucat. Aris tidak melarikan diri ke arah gerbang utama yang dijaga ketat. Sebaliknya, ia melompat ke sisi jembatan yang rusak, memicu sistem rusaknya untuk memetakan celah tak terlihat pada struktur dinding menara.

Dentum.

Gerbang utama tertutup rapat, menyisakan keheningan yang menyesakkan di dalam celah rute rahasia. Aris tersungkur, napasnya memburu di ruang sempit yang tidak terpetakan ini. Cahaya biru dari antarmuka sistemnya berkedip tidak stabil, memantulkan warna pucat di dinding yang terbuat dari fragmen data kuno.

Peringatan: Energi vital mencapai ambang batas kritis. Konsumsi energi untuk stabilisasi rute: 2% per menit.

Aris mengumpat pelan. Ia menyentuh dinding yang bergetar, dan seketika, sebuah kilasan visi menghantam otaknya: lantai berikutnya bukanlah ujian tempur biasa, melainkan labirin memori yang dirancang untuk menguras kewarasan pendaki. Namun, di antara fragmen-fragmen itu, ia melihat pola kelemahan struktur Menara yang belum pernah diketahui oleh para elit.

Di luar sana, Liora berdiri di tribun, menatap layar dengan tangan bersedekap. Wanita itu tidak perlu mengangkat jari; para penjaga Menara sudah memastikan gerbang utama tertutup rapat, mengisolasi Aris dari dunia luar. Ia ingin menghapus jejak keberadaan Aris agar kenaikan tier-nya tidak pernah tercatat sebagai preseden.

Aris terperangkap di kegelapan rute rahasia, namun sistemnya tiba-tiba bergetar. Sebuah transmisi terenkripsi masuk, meretas frekuensi pribadinya. Suara serak Kael terdengar, dingin dan penuh perhitungan.

"Kau berani sekali, Aris. Masuk ke 'Jalur Memori' tanpa kunci akses? Itu bunuh diri," bisik Kael melalui saluran komunikasi rahasia. "Liora sudah mengerahkan anjing-anjing pelacaknya. Mereka akan menyapu area ini dalam hitungan menit. Aku punya informasi tentang cara keluar dari rute ini, tapi harganya bukan kredit."

Aris menatap dinding kristal yang mulai memudar warnanya. "Berapa harganya?"

"Akses penuh ke data sistem rusaktmu," jawab Kael. "Berikan itu, atau mati di sini sebagai sampah sistem yang terlupakan."

Aris menatap antarmuka sistemnya, menyadari bahwa ia kini bukan lagi sekadar penambang, melainkan pemain kunci dalam permainan elit yang mematikan.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced