Novel

Chapter 9: Guncangan Peringkat

Kael berhasil mengunggah data anomali ke sistem publik akademi, memicu kerusakan sistem massal dan mengungkap manipulasi peringkat. Tindakannya memaksa Dewan Akademi mengaktifkan 'Ujian Kematian' sebagai respons, memaksa Kael masuk ke gerbang ujian tanpa akses pemulihan sistem.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Guncangan Peringkat

Sistem Kael bergetar. Bukan sekadar notifikasi, melainkan sensasi fisik—seperti ribuan jarum es yang menusuk saraf tulang belakangnya. Di sudut pandang, bar Integrasi Artefak berkedip merah: 98%. Di luar, lorong akademi yang biasanya steril kini terasa mencekam. Sensor keamanan di langit-langit berputar lebih cepat, memindai tanda tangan energi Kael yang tidak stabil.

"Stabilkan itu, Kael. Jika detak energi ini tertangkap sensor, kau bukan hanya diusir, kau akan dihapus," desis Sena. Wanita itu berdiri di balik bayangan pipa uap, tangannya menggenggam kristal enkripsi yang memancarkan pendar redup.

Kael meremas dadanya. Sistemnya sedang mengalami hard-reset paksa. Peringkat 98 yang baru saja ia raih terasa seperti bom waktu. Ia tidak memiliki akses pemulihan selama 21 jam ke depan; sistemnya terkunci dalam mode 'anomali' yang menolak semua input manual.

"Aku mencoba," jawab Kael, suaranya parau. Sena menempelkan kristal enkripsi itu ke pergelangan tangan Kael. Sensasi dingin yang tajam merambat ke pembuluh darahnya, meredam kebisingan sistem tepat saat patroli keamanan lewat di lorong atas. Mereka berhasil lolos, namun Kael tahu ini hanya penangguhan hukuman.

Kael melangkah menuju Aula Podium Utama. Tatapan para siswa elit terasa seperti bilah pisau. Aris berdiri di ujung podium, wajahnya pucat pasi. Rivalnya itu tahu apa yang dibawa Kael: data mentah dari rute terlarang yang membuktikan bahwa peringkat elit selama ini hanyalah manipulasi sistem.

"Berhenti, Kael," bisik Aris, suaranya sarat ancaman. "Kau sudah melanggar protokol zona terlarang. Dewan sedang menunggu untuk menghapus namamu."

Kael tidak berhenti. Ia justru mempercepat langkahnya. "Dewan tidak akan menghapus namaku setelah melihat apa yang ada di sini, Aris. Mereka akan sibuk menyelamatkan kehormatan mereka sendiri." Kael mencapai konsol utama dan mengunggah fragmen data tersebut ke layar publik akademi.

Seketika, aula meledak dalam bisikan panik. Layar besar di atas aula menampilkan grafik peringkat yang berantakan. Angka-angka yang seharusnya stabil kini melompat liar, mengungkap manipulasi algoritma inti. Peringkat 98 yang disematkan pada nama Kael kini bersinar terang—sebuah anomali yang tak bisa dihapus oleh protokol pembersihan otomatis akademi. Sistem akademi mencoba melakukan hard-reset massal, namun setiap protokol pembersihan justru tersedot ke dalam memori pendaki pertama yang kini menginfeksi jaringan pusat.

"Hentikan sinkronisasinya!" teriak seorang instruktur dari balkon. Penjaga keamanan bergerak, namun mereka terlambat. Data itu telah tersebar ke seluruh perangkat siswa. Keruntuhan sistem peringkat bukan lagi ancaman, melainkan kenyataan.

Ketua Dewan Akademi melangkah ke balkon, jubah abu-abunya berkibar. Tidak ada teguran verbal. Ia melambaikan tangan, dan lampu indikator di seluruh akademi berubah menjadi merah darah. Di sudut pandang Kael, notifikasi sistem berkedip dengan urgensi tinggi: [PERINGATAN: Protokol Kematian Diaktifkan. Akses Pemulihan Diblokir: 21 Jam Sisa.]

"Kau bukan lagi siswa, Kael," suara Ketua Dewan menggema, dingin dan tanpa emosi. "Kau adalah virus yang mengancam stabilitas Menara. Untuk itu, kau tidak akan diadili. Kau akan dihukum di Ujian Kematian."

Gerbang ujian di lantai podium perlahan terbuka, memancarkan kegelapan yang pekat. Kael menatap gerbang itu, tahu bahwa di dalamnya, ia akan menghadapi tantangan yang dirancang untuk memusnahkannya. Ia tidak memiliki akses pemulihan, sistemnya masih korosif, namun ia tidak punya pilihan. Ia melangkah masuk, meninggalkan kekacauan yang telah ia ciptakan di belakangnya.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced