Novel

Chapter 4: Retakan di Puncak

Kael bersembunyi dari investigasi dewan akademi setelah kemenangan publiknya. Sena mengungkap bahwa sistem Kael adalah kunci kuno yang disembunyikan oleh penguasa Menara, dan pemilik aslinya hilang di lantai 10. Kael terpaksa memilih antara menghadapi dewan atau memasuki lantai 10 yang berbahaya.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Retakan di Puncak

Lampu neon koridor perpustakaan terlarang berkedip, memancarkan cahaya biru dingin yang menyoroti debu-debu beterbangan. Kael menyandarkan punggungnya ke rak buku kuno, napasnya tersengal. Luka sayatan di lengannya masih berdenyut, menolak menutup karena akses sistem pemulihannya terkunci rapat selama dua belas jam ke depan—harga yang harus dibayar untuk progresi ilegalnya di ujian publik.

Di luar pintu besi, langkah sepatu bot seragam akademi terdengar berpatroli. Itu bukan sekadar penjaga; itu adalah konsekuensi dari anomali energi yang ia picu.

"Berhenti bersembunyi seperti tikus, Kael. Dewan sudah memantau pola energimu," suara Sena muncul dari bayang-bayang. Gadis itu melangkah keluar, tatapannya tajam, mengabaikan ketegangan yang menyelimuti ruangan.

Kael tidak membuang waktu. "Aris melaporkanku. Dia tahu aku menggunakan rute yang tidak terdaftar di database akademi. Jika mereka melakukan pemindaian menyeluruh, sistemku akan terungkap sebagai anomali ilegal."

Sena mendekat, jemarinya menyentuh permukaan meja kayu yang tertutup sihir pelindung. "Aris bukan ancaman terbesarmu. Dia hanya pion yang takut kehilangan validasi publiknya. Masalah sebenarnya adalah Menara itu sendiri. Rotasi gerbang kali ini bukan sekadar pergantian lantai; itu adalah pembersihan sistematis." Sena menekan simbol di meja. Proyeksi hologram struktur Menara muncul. Peringkat Aris dan siswa elit lainnya tidak hanya menunjukkan angka, tetapi juga aliran sumber daya yang dimanipulasi. Ada celah energi yang sengaja dialirkan dari lantai bawah ke puncak untuk menjaga stabilitas peringkat mereka tetap artifisial.

"Mereka meratakan kurva pertumbuhan agar tidak ada yang melampaui standar mereka," lanjut Sena. "Sistem yang kau gunakan? Itu bukan sistem rusak. Itu adalah kunci yang mereka coba kubur sejak era pendaki pertama."

Langkah kaki berat bergema di koridor. Aris. Pintu perpustakaan bergetar saat seseorang mencoba mendobraknya. Kael merasakan sistemnya bergetar, memberikan notifikasi mendesak: Lantai 10 terbuka paksa. Akses rute darurat tersedia selama 60 detik.

"Dewan tidak akan membiarkan kemenanganmu berlalu begitu saja," bisik Sena, matanya menatap Kael dengan intensitas yang membuat pria itu menahan napas. "Mereka sedang melacak anomali energi yang kau picu. Kau tidak sekadar bertahan hidup, Kael. Kau membuka kunci yang seharusnya terkubur selamanya."

Sena mendekat, membisikkan rahasia yang membuat darah Kael membeku. "Pemilik asli sistem yang kau gunakan sekarang... dia hilang di lantai 10. Jika kau ingin selamat dari investigasi dewan, kau harus menemukan apa yang dia tinggalkan di sana sebelum gerbang ini tertutup selamanya."

Kael menatap pintu yang mulai retak. Di luar, suara Aris memberikan perintah kepada pengawal dewan untuk mendobrak. Kael melangkah menuju celah cahaya yang mulai terbuka di dinding perpustakaan. Namun, langkahnya terhenti. Di balik gerbang lantai 10 yang baru terbuka, sesosok monster penjaga gerbang muncul. Bentuknya tidak tercatat di database mana pun—sebuah mutasi yang jauh lebih besar dan lebih ganas dari apa pun yang pernah ia hadapi di ujian publik.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced