Novel

Chapter 3: Panggung Ujian Publik

Kael berhasil keluar dari rute terlarang tepat waktu dan memenangkan ujian publik dengan teknik memori pendaki pertama. Kemenangan ini menarik perhatian dewan akademi yang memanggilnya untuk investigasi, sementara pembukaan lantai 10 memberikan Kael pilihan baru untuk melarikan diri dari tekanan akademi.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Panggung Ujian Publik

Debu dari dinding rute terlarang menyesakkan paru-paru Kael. Di sudut retinanya, antarmuka sistem berkedip merah: 00:00:58. Waktu yang tersisa untuk keluar sebelum akses tertutup permanen tidak lebih lama dari napas yang terengah-engah. Kael memaksakan kakinya yang gemetar untuk berlari; setiap langkah terasa seperti menginjak pecahan kaca. Biaya untuk mengakses memori pendaki pertama telah menguras cadangan stamina fisiknya hingga ke titik nadir. Sistem tidak memberinya bonus statistik—hanya beban berat dari hukum lantai yang menolak keberadaannya.

00:00:42. Alarm akademi meraung di luar gerbang, gema suaranya memantul di dinding Menara. Sensor energi mulai menyisir koridor, mencari anomali yang baru saja menyerap fragmen memori terlarang. Kael mencapai ujung rute—sebuah celah tipis di balik relief dinding yang nyaris tak terlihat. Dengan intuisi dari memori pendaki pertama, ia tidak melawan hukum lantai, melainkan 'menyelaraskan' frekuensi energinya dengan celah tersebut. Ia melompat tepat saat dinding menutup, mendarat di koridor utama dengan dentuman keras yang memicu rasa sakit luar biasa di tulang rusuknya.

Koridor itu tidak kosong. Aris berdiri memblokir jalan, menyilangkan tangan dengan senyum tipis yang tak mencapai mata. "Kau berani muncul di sini setelah mencuri akses ke rute terlarang?" bisiknya tajam. "Dewan akademi sudah mencium bau anomali di lantai nol. Kamu tidak punya akses pemulihan, Kael. Sekali saja aku memukulmu di arena, tubuhmu akan hancur sebelum sempat beregenerasi." Kael menatap Aris, napasnya tersengal. Sistem berkedip: peringatan, sisa waktu validasi tier 12 menit.

"Minggir, Aris," ujar Kael dingin. Tanpa menunggu, ia memicu sistem secara sadar, memaksa sisa energi dari memori pendaki pertama mengalir ke otot-ototnya. Aura biru dingin yang tidak stabil berpendar di sekitar kulit Kael. Aris tersentak, langkahnya mundur karena terkejut oleh intensitas aura yang tidak seharusnya dimiliki siswa peringkat buncit.

Di arena ujian, suasana seketika hening saat Kael melangkah masuk. Tatapan merendahkan ratusan siswa elit terasa seperti pisau. [VALIDASI TIER: 14:59 MENIT. KEGAGALAN AKAN MENGAKIBATKAN PENURUNAN TIER PERMANEN]. Instruktur Vane menunjuk Golem Besi setinggi tiga meter yang muncul dari lantai yang bergeser. "Satu monster tingkat menengah. Bertahan sepuluh menit atau kau dikeluarkan." Golem itu mengayunkan tinju besinya. Kael tidak menghindar dengan gerakan standar. Ia menggunakan memori pendaki pertama untuk membaca titik tumpu golem tersebut, melakukan serangan balik presisi pada engsel leher mesin itu. Golem itu ambruk dalam satu hantaman, memicu kehebohan di tribun penonton.

Lampu neon putih di Ruang Dewan Akademi berkedip kasar saat Kael dipanggil. Di depannya, tiga anggota dewan duduk menghakimi. Aris berdiri di sudut, menatapnya dengan seringai penuh ancaman setelah melaporkan temuan teknik Kael sebagai pelanggaran prosedur. "Jelaskan anomali energi yang kamu picu," desak salah satu dewan. Kael merasakan sensasi terbakar di bahunya; akses pemulihan medisnya masih diblokir. Sebelum ia sempat menjawab, lantai di bawah mereka bergetar hebat. Notifikasi biru muncul di depan matanya: Peringatan: Lantai 10 terbuka. Akses rute tersembunyi terverifikasi. Sena, yang berdiri di dekat pintu, membisikkan sesuatu saat melewati Kael, "Pemilik asli sistemmu hilang di lantai itu. Pilihannya sekarang hanya dua: mati di ruang interogasi, atau berlari menuju kebenaran yang tidak diinginkan siapa pun."

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced