Lantai yang Tidak Terpetakan
Udara di Sektor 0 terasa seperti logam berkarat yang menusuk paru-paru. Kaelen tersungkur di atas obsidian hitam, napasnya memburu. Di sudut pandangannya, sistem miliknya berkedip merah terang: STABILITAS TIER 1: 88%. SISA UMUR: 71 JAM 54 MENIT.
Setiap detak jantung terasa seperti gesekan amplas pada jiwanya. Ia baru saja lolos dari kejaran otoritas akademi setelah duel melawan Aris, namun zona mati ini bukanlah tempat persembunyian. Ini adalah area di mana hukum Menara mulai terurai. Di depannya, sebuah artefak kuno berbentuk prisma mengapung, memancarkan denyut energi yang tidak sinkron dengan detak sistem Menara. Kaelen menyentuhnya. Seketika, arus data mentah menghantam otaknya. Ini bukan sekadar fragmen memori; ini adalah log kerusakan sistemik. Menara tidak sedang menguji para siswa; Menara sedang sekarat, mencoba mengonsumsi energi penghuninya untuk menunda keruntuhan total.
Alarm akademi tiba-tiba meraung, membelah keheningan koridor. Kaelen membeku, punggungnya menempel pada dinding batu yang bergetar.
"Dia tidak mungkin lolos ke sini," suara Aris menggema dari lorong utama, penuh dengan arogansi yang mulai retak oleh amarah. "Sektor ini terkunci sejak era pendiri. Jika dia masuk, dia pasti mati tertelan hukum lantai yang tidak stabil."
Kaelen mencengkeram artefak itu. Benda itu kini menampilkan peta topologi Menara yang tidak pernah tercatat di perpustakaan. Ia memejamkan mata, membiarkan sistemnya melakukan sinkronisasi paksa. Overclocking dimulai. Rasa sakit menyengat sepanjang sarafnya—biaya yang harus dibayar untuk memanipulasi realitas lantai ini. Jika stabilitasnya turun di bawah 50%, tubuhnya akan tercabik oleh distorsi gravitasi.
Ia memanipulasi jebakan lantai menggunakan data dari artefak, mengubah rute pengejaran Aris menjadi labirin buntu yang dipenuhi anomali spasial. Saat Aris dan pasukan elitnya terjebak di koridor yang bergeser, Kaelen berhasil mencapai titik tertinggi lantai tersebut.
Di depan gerbang menuju lantai berikutnya, sisa umurnya kini tersisa tepat 70 jam. Ia menatap tangga yang menjulang ke atas, menyadari bahwa kerusakan Menara adalah satu-satunya peluang baginya untuk naik peringkat secara drastis. Tiba-tiba, pasukan Aris berhasil menembus jebakan dan mengepungnya. Aris menatapnya dengan kebencian yang mendalam.
"Kau pikir bisa bersembunyi di sini? Sensor lantai sudah mengunci posisimu. Otoritas akan datang dalam hitungan menit."
Kaelen tidak lagi memiliki ruang untuk bernegosiasi. Ia menatap gerbang, lalu menatap Aris yang bersiap menyerang. Ia memutuskan untuk mengonversi 10% sisa umurnya secara paksa, memicu ledakan energi yang tidak hanya membuka gerbang, tetapi juga memaksa kenaikan tier-nya di depan mata Aris yang ternganga. Dengan sisa waktu yang terus tergerus, Kaelen melangkah masuk ke lantai baru—meninggalkan Aris yang terpaku melihat anomali yang seharusnya adalah pecundang, kini berdiri di ambang kekuatan yang tak terjangkau.