Novel

Chapter 9: Konsekuensi dari Kemenangan

Kaelen berhasil meloloskan diri dari kejaran otoritas akademi setelah memenangkan duel melawan Aris. Dengan bantuan Mira, ia menggunakan rute terlarang untuk masuk ke lantai yang belum dipetakan, sekaligus menemukan bukti bahwa Menara sedang mengalami kerusakan sistemik dari dalam.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Konsekuensi dari Kemenangan

Lampu peringatan merah berdenyut ritmis di sepanjang koridor bawah tanah, membasahi dinding batu dengan warna darah yang dingin. Kaelen memacu langkah, napasnya tersengal di antara kepulan debu sisa reruntuhan sistem keamanan yang ia picu sendiri. Di sudut pandang penglihatannya, angka timer sisa umurnya terus merosot: 71 jam, 57 menit, 12 detik. Setiap detik adalah harga yang ia bayar untuk tetap hidup di luar kendali Menara.

"Otoritas akademi akan mengunci seluruh sektor dalam tiga menit," suara Mira mendesis melalui kanal komunikasi terenkripsi. "Jangan menoleh ke belakang, Kaelen. Jika sensor Sentinel menangkap tanda tangan energimu, mereka tidak akan menangkapmu—mereka akan menghapusmu."

Kaelen melirik papan status yang melayang. Stabilitas Tier 1 miliknya berada di angka 88 persen, namun fluktuasi energi yang ia pancarkan terlalu mencolok. Ia bisa mendengar derap sepatu bot berat pasukan elit di ujung lorong—Aris pasti sudah melaporkan pelanggaran ini. Saat ia berbelok ke persimpangan, sebuah laser sensor melintang, memindai koridor dengan presisi mematikan. Kaelen tidak berhenti. Ia memejamkan mata, memusatkan sisa energi konversinya untuk memanipulasi frekuensi modulator yang ia curi dari data perisai Aris. Dengan satu sentakan mental yang menyakitkan, ia memutarbalikkan resonansi energinya, menyatu dengan kebisingan latar belakang Menara tepat saat sensor itu menyapu tubuhnya.

Ia berhasil melompati pagar pembatas sektor terlarang tepat saat gerbang utama disegel. Di sisi lain, Mira sudah menunggu, sosoknya menyatu dengan bayang-bayang di balik pilar yang retak. Tanpa basa-basi, Mira melemparkan sehelai kain kasar. Begitu kain itu menyentuh kulit, Kaelen merasakan aura energinya tersedot masuk, menyembunyikan jejaknya dari pelacakan sistem.

"Kain penyerap energi ini hanya bertahan sepuluh menit," bisik Mira tajam. "Pengawal elit sudah memblokir akses ke ruang asrama. Mereka tidak akan membiarkan 'anomali' sepertimu berkeliaran bebas setelah apa yang kau lakukan pada Aris."

Kaelen mencengkeram kain itu, merasakan stabilitas Tier 1-nya bergetar hebat. "Aku tidak punya pilihan lain. Jika aku kembali, mereka akan mengeksekusiku."

Mira melangkah mendekat, memberikan sebuah kristal retak. "Ini adalah peta rute terlarang yang tidak tercatat di sistem pusat. Jika kau ingin hidup, kau harus masuk ke lantai yang belum dipetakan. Aku pernah tinggal di sana, dan itu adalah satu-satunya tempat di mana hukum akademi tidak berlaku."

Kaelen menatap kristal itu. Sistemnya memberikan pilihan kejam di layar transparan: Konversi 10% sisa masa hidup untuk menstabilkan Tier 1, atau biarkan energi meledak. Tanpa ragu, ia menekan konfirmasi. Rasa panas yang menyiksa menjalar dari inti energinya. Tubuhnya terasa lebih ringan, lebih tajam, dan untuk pertama kalinya, ia bisa melihat benang-benang energi yang menyusun struktur Menara.

Di ujung lorong, Aris muncul dengan amarah yang tertahan. "Kau curang, Kaelen! Keluar sekarang atau kau akan didegradasi menjadi kasta sampah selamanya!"

Kaelen menatap dinding di depannya yang memancarkan cahaya biru redup—sebuah retakan ruang yang bergetar tidak stabil. Ia tidak menoleh. Ia tahu, jika ia tertangkap, masa depannya bukan hanya berakhir, tetapi ia akan disita sebagai spesimen penelitian.

"Sampai jumpa di neraka, Aris," gumam Kaelen.

Ia melompat tepat saat energi panas serangan Aris menghantam dinding di belakangnya. Saat ia mendarat di lantai baru yang sunyi dan tak terpetakan, ia tidak menemukan ruang kosong. Di dinding lantai itu, tertanam artefak kuno yang memancarkan data mentah—sebuah bukti bahwa Menara sedang rusak dari dalam. Kaelen berdiri di sana, menyadari bahwa ia telah keluar dari jangkauan akademi, namun terjebak dalam misteri yang jauh lebih mematikan daripada sekadar peringkat kasta.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced