Investasi Berisiko Tinggi
Layar sistem di depan mata Kaelen berkedip merah, memancarkan cahaya dingin yang menyoroti debu di ruang bawah tanah. Sisa Umur: 71 jam, 58 menit. Setiap detak jam bukan sekadar waktu, melainkan hitung mundur menuju kehancuran total. Di tangannya, fragmen inti energi yang ia curi dari mesin pemanen Menara berdenyut, menuntut untuk segera diserap.
"Jika kau tidak segera mengonversinya, energi itu akan merobek sarafmu dari dalam," suara Mira memecah kesunyian. Ia melemparkan botol kecil berisi cairan perak kental. "Penstabil. Ini akan meredam rasa sakit, tapi harganya adalah sisa umurmu. Tidak ada jalan kembali setelah ini, Kaelen."
Kaelen menatap botol itu. Peringatan Sistem: Stabilitas Tier 1 mencapai 88%. Risiko kegagalan permanen: 45%. Tanpa ragu, ia meneguk cairan itu. Sensasi es yang menusuk tenggorokan seketika berubah menjadi api yang membakar aliran darahnya. Ia jatuh berlutut, otot-ototnya kejang saat energi asing itu dipaksa menyatu dengan struktur tubuhnya.
Belum sempat ia mengatur napas, lantai di bawahnya bergetar. Sensor akademi telah mendeteksi anomali energi. Misi Darurat: Uji Ketahanan Fisik. Durasi: 00:10:00. Pilar kinetik melesat dari dinding, mengincar dadanya. Kaelen berguling, merasakan gravitasi di ruangan itu meningkat drastis. Ia tidak lagi bertarung melawan musuh, melainkan melawan sistem yang mencoba menghapusnya.
Ia melakukan manuver akrobatik di antara laser panas yang menyapu ruangan. Setiap gerakan memangkas sisa umurnya, namun setiap detik yang berlalu memperkuat integrasi energi di lengannya. Saat hitungan mundur mencapai nol, ia berhasil mencapai titik aman, terengah-engah dengan keringat dingin yang membasahi lantai.
Keluar dari ruang latihan, ia berpapasan dengan Aris di koridor. Aris berdiri dengan angkuh, jemarinya mengetuk sarung tangan modulator frekuensi yang akan menjadi kunci perisai kinetiknya besok pagi.
"Kaelen? Kau terlihat seperti mayat hidup," ejek Aris. "Besok, saat aku menghancurkan perisaimu, aku akan memastikan sistem mencatat kegagalanmu secara permanen."
Kaelen menahan dorongan untuk membalas. Ia membiarkan Aris merasa superior, sementara sistemnya diam-diam memetakan frekuensi modulator Aris. Namun, sistem tiba-tiba memicu konversi paksa terakhir. Sisa umurnya merosot tajam menjadi hitungan hari. Kaelen menyadari satu hal: ia tidak hanya mempertaruhkan peringkatnya, tetapi seluruh sisa hidupnya untuk satu kemenangan yang akan memicu perhatian otoritas akademi. Besok, ia akan menjadi anomali yang tak bisa lagi disembunyikan.