Novel

Chapter 6: Anomali di Papan Peringkat

Kaelen kembali ke akademi sebagai anomali setelah lolos dari rotasi gerbang. Aris menantangnya duel resmi, memaksa Kaelen melakukan konversi energi paksa yang memangkas sisa umurnya hingga tersisa 72 jam demi mempersiapkan diri menghadapi perisai kinetik Aris.

Release unitFull access availableIndonesian / Bahasa Indonesia
Full chapter open Full chapter access is active.

Anomali di Papan Peringkat

Udara di Plaza Utama Akademi berbau ozon—sisa energi dari gerbang rotasi yang menutup paksa tepat di belakang punggung Kaelen. Alarm sensor merah menyala di ambang gerbang, memindai profil energinya yang kini tidak sinkron dengan data akademi. Kaelen berdiri terpaku, napasnya tersengal, sementara di depannya, Aris berdiri dengan jubah sutra yang melambai, dikelilingi kerumunan siswa yang menatap dengan campuran antara jijik dan rasa ingin tahu.

"Peringkat 312 yang tiba-tiba melompat ke posisi anomali?" Aris melangkah maju, sepatu kulitnya beradu keras dengan lantai batu. "Sistem akademi tidak pernah salah, Kaelen. Tapi kau jelas-jelas memanipulasinya. Apa yang kau sembunyikan di balik seragam kusam itu?"

Kaelen merasakan detak jantungnya yang berpacu. Di sudut pandangannya, sistem rusak miliknya berkedip, menunjukkan sisa umurnya yang kini terpangkas 10% lagi akibat penggunaan kain penyerap energi. Ia harus menyamarkan fluktuasi energi dari fragmen inti yang kini tersemat di dalam tubuhnya. Dengan tangan gemetar yang disembunyikan di balik lengan baju, Kaelen mengaktifkan fragmen memori lantai yang tersisa. Ia memaksakan gravitasi di sekitar tubuhnya untuk melambat, menciptakan distorsi visual yang menipu sensor agar membaca energinya sebagai 'glitch' statis, bukan lonjakan tier.

Aris mencibir, menunjuk ke arah papan peringkat digital yang berkedip di atas plaza. "Besok pagi, di Arena Utama. Duel resmi. Jika kau menolak, kau didepak dari akademi. Jika kau menerima, kita akan melihat apakah kau benar-benar sekuat peringkatmu, atau hanya penipu yang akan hancur di tangan instruktur."

Kaelen tidak menjawab. Ia berbalik dan menghilang ke dalam bayang-bayang perpustakaan akademi. Di sudut yang tersembunyi, Mira sudah menunggu, wajahnya dingin di bawah lampu gantung kristal yang retak.

"Kau berbau seperti sisa-sisa lantai pertama yang terbakar," bisik Mira tanpa basa-basi.

Kaelen merogoh saku, mengeluarkan fragmen inti energi yang ia curi dari mesin pemanen lantai satu. "Ini taruhanku. Aku butuh kelemahan Aris. Dia punya perisai kinetik dari reruntuhan lantai tujuh. Tanpa menembus itu, aku tamat."

Mira menatap fragmen itu dengan lapar. "Aris menggunakan modulator frekuensi di sarung tangannya. Hancurkan itu, dan perisainya akan runtuh. Tapi Kaelen, tubuhmu tidak akan sanggup menahan beban konversi energi yang diperlukan untuk menembusnya. Kau akan mati sebelum duel selesai."

Kaelen tidak memedulikan peringatan itu. Ia segera menyelinap ke ruang latihan bawah tanah, tempat yang lembap dan sunyi. Ia menyandarkan punggungnya ke dinding batu, napasnya tersengal seirama dengan timer merah yang berkedip di retina matanya. Sisa hidupnya kini tinggal 72 jam.

Progres Tier 1: 88%. Membutuhkan 10% sisa hidup untuk mencapai stabilitas.

"Lakukan," bisik Kaelen. Rasa sakit yang tajam seperti ribuan jarum menusuk sumsum tulang belakangnya meledak. Ia bisa merasakan sisa umurnya tersedot, berubah menjadi arus energi mentah yang memaksa jalur energinya terbuka. Di saat yang sama, kain penyerap energi dari Mira terasa panas, bekerja keras menyembunyikan lonjakan energi tersebut dari sensor akademi yang berpatroli di koridor atas.

Saat ia kembali ke asramanya, pintu terkunci secara elektromagnetik, memancarkan cahaya merah—tanda bahwa dewan akademi telah mengklasifikasikannya sebagai aset berisiko tinggi. Kaelen menatap cermin retak di sudut ruangan. Bayangannya tampak pucat, dengan urat-urat halus mulai menonjol di sekitar matanya. Notifikasi sistem berkedip kuning: Konversi Paksa: Energi tidak stabil. Stabilitas sistem terancam. Sisa masa hidup: 72 jam. Ia tahu, duel besok bukan lagi sekadar pembuktian peringkat. Itu adalah eksekusi. Jika ia menang, ia harus tetap menjadi anomali yang tak terdeteksi. Jika ia kalah, sistem akan memakan sisa hidupnya dalam hitungan detik.

Member Access

Unlock the full catalog

Free preview gets people in. Membership keeps the story moving.

  • Monthly and yearly membership
  • Comic pages, novels, and screen catalog
  • Resume progress and keep favorites synced